TEKNOLOGI

Teknologi Kekinian Ini Ternyata Berasal dari Penerbangan Luar Angkasa

Sabtu, 18 Mei 2019 10:00
Penulis : Remi
Teknologi Kekinian Ini Ternyata Berasal dari Penerbangan Luar Angkasa

Sumber: NASA

Proyek penerbangan luar angkasa bukan sekadar proyek idealis. Nyatanya, penerbangan luar angkasa juga melahirkan teknologi-teknologi yang saat ini justru kita aplikasikan sehari-hari.

 

Angkasa.news - Perkembangan ilmu pengetahuan antariksa telah menarik banyak ilmuwan dunia untuk mengembangkan beragam teknologi yang mendukung misi para astronot dan kendaraan luar angkasa mereka. Teknologi ini kemudian dikembangkan untuk kebutuhan sehari-hari manusia. Barang-barang ini dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.

Light-Emitting Diodes (LED)

Dalam penerbangan luar angkasa, NASA mengembangkan sebuah lampu ini justru bukan untuk menerangi wahana luar angkasa. LED yang dikembangkan awalnya digunakan untuk mengembangkan tumbuhan di luar angkasa. Bahkan, sebelum kita mengenalnya sebagai sumber penerangan seperti hari ini, LED telah digunakan lebih dulu untuk kebutuhan kesehatan, misalnya untuk penanganan masalah otot dan sendi.

Termometer Inframerah

Banyak rumah sakit yang mengganti termometer analog atau digital ke termometer inframerah. Termometer ini dianggap jauh lebih simpel dan akurat karena tinggal menempelkannya ke telinga si pasien. Suhu tubuh pasien akan terbaca dengan bantuan inframerah.

Sebelum teknologi ini digunakan untuk kesehatan, teknologi ini sudah digunakan lebih dulu oleh NASA. Bukan untuk mengukur suhu tubuh astronot. Inframerah digunakan NASA untuk mengukur suhu bintang! Terobosan ini diaplikasikan oleh sebuah perusahaan kesehatan di AS untuk digunakan oleh masyarakat luas.

Cordless Vacuum Cleaner

Beberapa tahun belakangan ini kehadiran mesin penyedot debu yang portabel sedang naik daun, apalagi yang menggunakan tenaga baterai. Ternyata, teknologi cordless, atau tanpa kabel ini dikembangkan pertama kali lewat riset NASA yang di tahun 1960-an membutuhkan sebuah mesin penyedot portabel dan tanpa kabel untuk penerbangan luar angkasa. Mesin penyedot ini bertugas untuk mengambil sampel tanah di Bulan.

Penjernih Air

Banyak rumah tangga yang menggunakan alat penjernih air untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi tidak banyak yang tahu kalau sebenarnya teknologi ini dikembangkan dari sebuah kebutuhan akan air bersih di wahana antariksa, rumah para astronot bertugas di penerbangan luar angkasa. Di tahun 1950-an NASA mulai mengembangkan teknologi water purifier yang mampu mendaur ulang air yang sudah digunakan oleh para astronot di luar angkasa. Maklum saja, stok air yang mereka bawa pasti terbatas.

Makanan Kering

Saat akan memulai misi Appolo yang pertama, salah satu yang menjadi masalah krusial bagi NASA adalah soal makanan. Maklum saja, dengan gravitasi nol, astronot bakal kesulitan mengolah makanan. Selain itu, makanan biasa yang basah bakal menyebarkan banyak bakteri saat busuk.

Dari situlah kemudian NASA menggandeng Nestle untuk membuat riset soal pengawetan makanan. Maka lahirlah makanan-makanan kering seperti keripik yang saat ini bisa kita nikmati.

Makanan Bayi Bernutrisi

Suatu waktu Marietta Laboratories ditunjuk untuk meriset mikroalga sebagai bahan pelengkap nutrisi di makanan yang akan dibawa para astronot. Hasil riset itu batal digunakan, namun Marietta Laboratories mengembangkannya sebagai nutrisi tambahan di dalam susu dan makanan bayi.

CMOS

Kamera dengan sensor Complmentary metal-oxide-semiconductor, alias CMOS pertama dikembangkan tahhun 1990-an. Saat itu, astronot membutuhkan sebuah kamera yang lebih kompak dari yang digunakan selama ini. Sensor ini kemudian diaplikasikan di kamera digital agar bisa digunakan oleh masyarakat luas.

Joystick

Pengembangan tongkat pengendali tak bisa lepas dari pengembangan Apollo Lunar Rover, sebuah kendaraan penjelajah permukaan Bulan. Astronot yang mengendalikan kendaraan tersebut hanya harus duduk dari kokpit stasiun luar angkasa dan mengendalikannya lewat tongkat pengendali ini.

 



Komentar