TEKNOLOGI

Pembelinya Dirahasiakan, Kontrak 158 Juta Dolar AS Diteken untuk Pesawat Saab 2000 Erieye

Selasa, 19 Mei 2020 19:40
Penulis : Beny Adrian
Pembelinya Dirahasiakan, Kontrak 158 Juta Dolar AS Diteken untuk Pesawat Saab 2000 Erieye

Pesawat Saab 2000 Erieye AEW&C. Sumber: Saab

Angkasa.news – Saab dari Swedia telah meneken kontrak dan menerima pesanan untuk menyiapkan sistem Saab 2000 Erieye AEW&C (Airborne Early Warning and Control).


Pesanan yang dirahasiakan ini mencapai hampir 158 juta dolar AS.

Saab tidak memberikan pengumuman lebih lanjut tentang pihak pembeli, karena terkait produk dan pelanggan.

Karena keadaan yang berkaitan dengan produk dan pelanggan, pihak Saab enggan berkomentar tentang pembeli. 

Saab 2000 Erieye adalah sistem peringatan dini dan kontrol udara yang lengkap dengan kemampuan multi-peran dan multi-misi baik untuk kebutuhan militer maupun sipil.

Sistem canggih ini dikembangkan dari pesawat Saab 2000 yang dilengkapi radar udara Saab Erieye dan sejumlah sensor lainnya. 

Semua sistem ini memberikan kewaspadaan situasional yang sangat detail. Berbagai misi dapat dilakukan sistem Saab 2000 Erieye.

Pengiriman pesawat akan dilakukan antara 2020 dan 2023, dan pekerjaan dilakukan di Gothenburg, Jarfalla, Linkoping, Lulea, dan Arboga.

Sebelumnya pada akhir April, Saab mengumumkan pengiriman pertama dari tiga sistem peringatan dini GlobalEye pesanan Uni Emirat Arab.

"Pengiriman GlobalEye pertama adalah tonggak penting bagi Saab, tetapi juga merupakan langkah bersejarah untuk platform sensor udara,” ujar Presiden dan CEO Saab Micael Johansson dalam sebuah pernyataan.

GlobalEye adalah kombinasi dari sistem radar baru Saab, Erieye ER dan pesawat jet Bombardier Global 6000. 

Pesawat ini memiliki jangkauan ekstra jauh dan dapat berada di udara hingga 11 jam.

Menurut Saab, GlobalEye adalah sistem pertama di dunia yang dapat "mendeteksi dan melacak target pada jarak jauh dan melakukan pengawasan di udara, di darat dan di laut secara bersamaan dari satu platform yang sama.

GlobalEye masuk ke dalam daftar pesawat berkemampuan peringatan dini yang rencananya akan diakuisisi oleh TNI AU.



Komentar