TEKNOLOGI

Lanud Iswahjudi Lahirkan 5 Penerbang Tempur, Salah Satunya Putra Panglima TNI

Senin, 10 Februari 2020 15:55
Penulis : Beny Adrian
Lanud Iswahjudi Lahirkan 5 Penerbang Tempur, Salah Satunya Putra Panglima TNI

Prosesi terbang solo di Lanud Iswahjudi. Sumber: Dispenau

Angkasa.news - Penerbang adalah aset yang sangat mahal bagi sebuah angkatan bersenjata. Tidak hanya mahal dari sisi anggaran untuk membentuknya, tapi juga membutuhkan waktu lama untuk membentuknya hingga dinyatakan "siap tempur".

Karena itu, kesiapan penerbang tempur khususnya bagi TNI AU amatlah penting disaat jumlah alutsista yang terus bertambah.

Seperti hari ini, Senin (10/2), Lanud Iswahjudi kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan melahirkan lima penerbang tempur.

Kelima elang muda ini sukses menerbangkan secara mandiri pesawat tempur T-50i Golden Eagle dan F-16 Fighting Falcon.

Para penerbang tempur Lanud Iswahjudi yang sukses Terbang Solo perdana pada pesawat F-16 Fighting Falcon adalah, Lettu Pnb Yanuar Widyantoko dan Lettu Pnb Sulistyo Laksono Cahyo.

Sedangkan pada pesawat T-50i Golden Eagle adalah Letda Pnb Arief Yudha Setyawan, Letda Pnb Rama Candra Nugraha, dan Letda Pnb Handika Relangga Bima Yogatama.

Letda Handika adalah putra bungsu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra menyampaikan, prestasi terbang solo merupakan peristiwa bersejarah yang tidak hanya menjadi prestasi yang membanggakan penerbangnya, namun juga menjadi kebanggaan dan prestasi organisasi.

“Terbang Solo pertama merupakan peristiwa bersejarah bagi seorang penerbang tempur, prestasi ini tentunya menjadi kebanggaan bagi penerbangnya, namun juga menjadi kebanggaan bagi satuan,” ungkap Marsma Widyargo pada sambutannya saat pelaksanaan acara tradisi Terbang Solo di hanggar Skadron Udara 15.

Keberhasilan terbang solo lima penerbang merupakan bukti nyata bergulirnya proses pembinaan satuan di jajaran Lanud Iswahjudi.

"Saya berharap agar kalian tetap semangat dan terus mengasah kemampuan terbang dengan terus belajar dan berlatih, karena pendidikan transisi merupakan pendidikan tahap awal,” tegas Danlanud.



Komentar