TEKNOLOGI

Kekurangan Pesawat Tanker dan Angkut, USAF Khawatir Jika Perang Pecah di Pasifik

Senin, 05 Agustus 2019 10:18
Penulis : Beny Adrian
Kekurangan Pesawat Tanker dan Angkut, USAF Khawatir Jika Perang Pecah di Pasifik

Pesawat tanker KC-46 Pegasus tengah menyuplai bahan bakar ke pesawat C-5M Super Galaxy. Sumber: USAF

Angkasa.news - Kurangnya pesawat tanker untuk pengisian bahan bakar di udara dan airlift capacity serta wilayah Pasifik yang teramat luas, telah menimbulkan kekhawatiran di lingkungan Angkatan Udara AS (USAF) jika perang pecah di wilayah ini.

Wilayah tanggung jawab Pacific Air Forces (PACAF) mencakup 53% permukaan bumi dan 16 zona waktu.

Wilayah ini juga memiliki delapan pangkalan angkatan udara. Mulai dari Alaska ke Hawaii hingga Jepang dan instalasi Pentagon lainnya di Asia.

AU AS telah mengalami kekurangan pesawat angkut dan tanker selama 20 tahun terakhir. Secara spesifik kekurangan kapasitas itu ada di pesawat tanker Boeing KC-135R Stratotankers dan McDonnell-Douglas KC-10A Extender.

Hal yang terjadi di pesawat angkut Lockheed Martin C-5M Super Galaxy, Boeing C-17 Globemaster III, dan Lockheed Martin C-130J Hercules.

Doug Birkey, Direktur Eksekutif dari Air Force Association's Mitchell Institute for Airpower Studies mengatakan kepada janes.com bahwa kurangnya kapasitas ini akan menyakiti Pentagon jika konflik pecah di Pasifik.

Karena kapal akan rentan tenggelam, memaksanya untuk bergantung kepada penerbangan angkut.



Komentar