TEKNOLOGI

Kanon F-35 Dibuat di Australia

Jumat, 27 Maret 2020 10:00
Penulis : Remi
Kanon F-35 Dibuat di Australia

F-35A saat menembakkan kanon GAU-22/A.

Angkasa.news - Rheinmetall NIOA Munitions (RNM), perusahaan patungan antara NIOA yang dimiliki Australia dan Munisi Rheinmetall Waffe, berencana memproduksi amunisi kanon 25mm yang akan digunakan oleh pesawat tempur Lockheed Martin F-35 di Australia. Lini produksi baru ini akan didirikan di pabrik milik pemerintah pada paruh pertama 2021 mendatang untuk menghasilkan proyektil Frangible Armored Piercing (FAP) 25mm.

Sebenarnya amunisi tersebut bisa digunakan untuk F-35 secara global, sehingga Rheinmetall NIOA menjadi penyedia amunisi sekunder untuk F-35 yang dioperasikan AS juga.

Dalam spesifikasi teknisnya, penempur F-35A dilengkapi dengan kanon GAU-22 / A empat laras putar di pinggir atas sayap kiri. Kanon ini dilengkapi magasen berkapasitas 182 peluru. Varian F-35B dan yang mampu mendarat vertikal (STOVL) serta varian milik angkatan laut F-35C tidak memiliki kanon internal. Namun varian-varian ini tetap dapat membawa dudukan pistol opsional yang membawa GAU-22 / A dengan 220 peluru per magasen.


Diproduksi oleh General Dynamics, GAU-22 / A adalah versi yang lebih ringan, lebih kecil dari GAU-12 / U yang juga digunakan di atas pesawat McDonnell Douglas AV-8B Harrier II dan Lockheed Martin AC-130. di platform sebelumnya, kanon ini mampu menembakkan 3.300 peluru per menit.

"Fleksibilitas ditambah dengan daya gempurnya yang signifikan menjadikan GAU-22 / A sebagai kandidat yang ideal untuk platform udara, darat, dan laut yang membutuhkan senjata yang efektif untuk berbagai misi melawan berbagai target," kata General Dynamics dalam sebuah rilis resmi.

Saat ini AU Australia memiliki 18 unit F-35A dan sedang dalam proses mendapatkan 72 unit tambahan.

 



Komentar