TEKNOLOGI

Gripen dan Viper Memperebutkan Hati Filipina di Singapore Airshow

Kamis, 06 Februari 2020 15:00
Penulis : Remi
Gripen dan Viper Memperebutkan Hati Filipina di Singapore Airshow

Sumber: defence-blog.com

Angkasa.news - Desember 2019 lalu, Sekretaris Pertahanan Nasional Filipina Delfin Lorenzana mengkonfirmasi bahwa negaranya akan memilih antara Lockheed Martin F-16 Block 70 Viper dan Saab JAS 39 Gripen C/D sebagai kandidat untuk program pesawat tempur multiperan (Multi-Role Fighter/ MRF).

Kemungkinan besar, keputusan akhir akan ditentukan pada gelaran Singapore Airshow 2020 mendatang. 


Sebagai bagian dari program modernisasi Horizon 2 yang digelar pada periode 2018-2022, MRF bertujuan untuk memberikan Angkatan Udara Filipina (PAF) kemampuan yang lebih tinggi untuk melindungi kepentingan nasional, terutama di Laut China Selatan yang saat ini tengah disengketakan.


Setelah menonaktifkan Northrop F-5A  Tiger pada tahun 2005 lalu, AU Filipina praktis kehilangan kemampuan pesawat tempur supersonik selama lebih satu dekade sebelum kemudian mendapat kiriman FA-50PH pada tahun 2015.

Pesawat ini bagi Filipina menjadi batu loncatan untuk mendapatkan kembali kemampuan perang udara kelas atas.

Manila sendiri sudah mendapatkan izin dari pemerintah AS untuk mengakuisisi F-16 Block 70 sejak dua tahun lalu. Namun, pemerintah Filipina masih menimbang kemampuan Viper dengan Gripen.

Saab, di pihak lain, maju dengan JAS 39C / D dalam konfigurasi MS20 dan dengan radar P / S-05 Mk 4. Walaupun soal jumlah yang akan dibeli belum jelas, namun kemungkinan besar Filipina akan akuisisi setidaknya untuk kekuatan satu skuadron, atau sekitar enam hingga delapan pesawat.

Saat ini populasi Gripen di Asia Tenggara hanya bisa ditemukan di Thailand yang sejak 2018 telah mengakuisisinya.

Indonesia sempat tertarik dengan jet tempur itu namun kemudian berpaling ke F-16 block 70 Viper yang saat ini tengah dalam tahap pemesanan.



Komentar