TEKNOLOGI

Ditemukan Baut Longgar di Propeller, Angkatan Udara Jerman Tolak Pengiriman Dua A400M

Sabtu, 16 November 2019 12:40
Penulis : Beny Adrian
Ditemukan Baut Longgar di Propeller, Angkatan Udara Jerman Tolak Pengiriman Dua A400M

Pesawat A400M Angkatan Udara Jerman. Sumber: Wikipedia

Angkasa.news - Bundeswehr memutuskan untuk tidak menerima pengiriman dua pesawat angkut Airbus A400M karena dinilai "kekurangan teknis" dan karena "tidak memiliki kinerja yang dijamin secara kontrak".

Angkatan Udara Jerman pada Rabu (13/11) mengumumkan bahwa pihaknya telah menolak pengiriman dua pesawat angkut Airbus A400M karena kesalahan teknis.

Penolakan dikarenakan ditemukannya baut yang menahan baling-baling pada beberapa pesawat yang sudah operasional, dilaporkan longgar seperti dikutip janes.com.

Dari siaran pers yang dikeluarkan dikutip sebagai contoh, masalah teknis berulang yang rutin diperiksa dari baling-baling A400M Jerman yang saat ini diterbangkan Jerman, ditemukan bahwa tidak semua dari 24 nuts (baut) per baling-baling memiliki beban torsi yang diinginkan.

Menurut Luftwaffe, kegagalan mendeteksi dan memperbaiki ini dapat mengakibatkan kerusakan struktural yang parah pada baling-baling dan poros gearbox baling-baling.

Menurut Luftwaffe dalam pernyataan, keselamatan prajurit dalam penggunaan harian A400M adalah prioritas utama.

Luftwaffe mengatakan inspeksi tambahan baru-baru ini diperkenalkan untuk memeriksa beban torsi baut.

Angkatan Udara Jerman menambahkan bahwa inspeksi juga diperlukan untuk dudukan mesin (engine mounts), ruang bakar, penutup mesin (engine flaps) serta memeriksa keretakan.

Pemeriksaan rutin pada beberapa dari 31 pesawat A400M Luftwaffe telah ditemukan bahwa "tidak semua dari 24 baut per baling-baling memiliki beban torsi yang diinginkan," kata angkatan udara.

"Jika masalah ini tidak diidentifikasi dan diperbaiki, dapat menyebabkan kerusakan struktural yang parah pada baling-baling dan poros," tambahnya.

Dengan setiap inspeksi memakan waktu sekitar 30 jam kerja, penemuan ini memberikan tantangan signifikan dalam hal kesiapan pesawat bagi bagi Skadron Angkutan Udara ke-62 yang mengoperasikan A400M.

Waktu yang diperlukan tergantung pada hasil pemeriksaan. Tetapi karena inspeksi memakan waktu sekitar 30 jam, berarti pesawat tidak bisa disiapkan sepanjang hari.

Luftwaffe akan segera menerbangkan A400M jika sudah dinyatakan aman.

Menurut Luftwaffe seperti dikutip thedefensepost.com, pesawat ini telah lebih dari cukup untuk membuktikan kemampuannya dalam pengiriman personel dan peralatan, pengisian bahan bakar di udara, dan misi bantuan kemanusiaan.

A400M disebutkan sudah mencatatkan 4.000 jam terbang di Angkatan Udara Jerman.

Sementara Airbus mengatakan bahwa pihaknya menyadari masalah teknis yang telah dikomunikasikan dengan pengguna pesawat.

Namun Airbus bersikeras bahwa ini bukan safety critical karena buktinya pengguna yang lain terus menerima dan mengoperasikan pesawat mereka.



Komentar