TEKNOLOGI

Di Luar Akal Sehat, Inggris Kembangkan Teknologi yang Mampu Membaca Pikiran Pilot Tempur

Kamis, 20 Februari 2020 17:00
Penulis : Remi
Di Luar Akal Sehat, Inggris Kembangkan Teknologi yang Mampu Membaca Pikiran Pilot Tempur

Sumber: BAE System

Angkasa.news - Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) menargetkan akan bisa memperkenalkan jet tempur paling canggih di dunia dan paling berteknologi pada tahun 2033 mendatang. Pesawat yang tengah dirancang BAE System ini digadang-gadang bakal menjadi lompatan terbesar Inggris dalam teknologi pesawat tempur.

Proyek yang diberi nama Tempest itu dipasang sebuah fitur khusus yang dapat mencakup sistem penerbangan dengan membaca pikiran penerbangnya lewat teknologi kecerdasan buatan yang sangat canggih. Richard Dewar, kepala Next Generation Technologies di BAE Systems, menjelaskan bahwa Tempest sebenarnya adalah serangkaian konsep, bukan desain atau pesawat tertentu.

"Kami akan selalu menginginkan pilot menjadi pusat sebuah penerbangan, dan kami selalu ingin memastikan bahwa ia memegang kendali penuh dalam pesawat. Namun, kami melihat sistem otonom yang dapat diaktifkan untuk mengurangi berbagai aktivitas pilot," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Express.co.uk.


Jet tempur masa depan itu juga akan dipersenjatai dengan senjata laser yang terarah. Keberadaan senjata laser sendiri memang sedang gencar dikembangkan oleh beberapa negara seperti AS, Perancis, termasuk juga Inggris, dalam lima tahun belakangan ini.

Manajer proyek Tempest di BAE Systems, Christian Ainsley, menjelaskan bahwa kehadiran senjata laser ini merupakan jawaban atas perubahan lingkungan serta ancaman di masa mendatang.

"Mereka ada di atas kapal. Negara lain juga berinvestasi untuk mengembangkannya. Tempest akan menjadi jet tempur pertama dengan senjata laser yang terarah," ungkapnya.

Dalam desainnya, pilot Tempest akan mengenakan helm "Striker II" yang khusus didesain untuk mengendalikan pesawat dalam kokpit yang dimodifikasi. Dengan helm ini, tombol-tombol dan instrumen fisik lainnya di dalam kokpit akan berkurang banyak.

selain mengendalikan pesawat, helm itu juga memungkinkan pilot untuk melihat dunia luar, dan menampilkan informasi dalam hamparan lanskap 3D.

Saat ini insinyur BAE sedang mengeksplorasi cara bagaimana membuat jet tempur itu responsif terhadap perintah pilot lewat helm berteknologi tinggi itu. Dalam waktu dekat ini mereka akan mengembangkan sebuah perangkat lunak yang memungkinkan pesawat mampu membaca sinyal otak para pilot.

Perusahaan sedang dalam proses belajar untuk melihat apa yang dipikirkan pilot ketika mereka terbang. Untuk itu, BAE mulai mengujinya dengan memasang topi electroencephalogram (EEG) di bawah helm para penerbang. EEG akan melacak pola gelombang otak subjek pengujian.



Komentar



Sign Up for Our Newsletters
Get awesome content in your inbox every week.