TEKNOLOGI

Dapat Persetujuan Deplu AS, Singapura Akan Jadi Operator Pertama F-35B STOVL di Asean

Sabtu, 11 Januari 2020 14:35
Penulis : Beny Adrian
Dapat Persetujuan Deplu AS, Singapura Akan Jadi Operator Pertama F-35B STOVL di Asean

Pesawat tempur F-35B Lightning II STOVL. Sumber: lockheed martin

Angkasa.news - Departemen Luar Negeri AS pada 9 Januari menyetujui kemungkinan penjualan pesawat tempur F-35B Lightning II STOVL (Short Take-Off dan Vertical Landing) ke Singapura melalui paket FMS (Foreign Military Sales).

Penjualan pesawat tempur canggih ini ditaksir mencapai sekitar 2,750 miliar dolar AS, seperti diumumkan Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS (10/1).

DCSA mengatakan bahwa Singapura meminta 12 pesawat F-35B (empat F-35B STOVL dengan opsi delapan tambahan).

Selain pesawat, Singapura meminta untuk membeli 13 mesin Pratt dan Whitney F135 (termasuk 1 cadangan awal), sistem peperangan elektronik (EW); perintah, kontrol, komunikasi, komputer, dan intelijen/komunikasi, navigasi; dan peralatan lainnya.

"Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat," tulis dalam rilis.

Alam rilis juga disebutkan bahwa usulan penjualan F-35 ini akan menambah inventaris pesawat tempur operasional Singapura.

Kehadiran F-35 jelas akan meningkatkan kemampuan pertahanan diri udara ke udara dan udara ke darat, menambah kemampuan deteren untuk mempertahankan perbatasan dan berkontribusi pada operasi koalisi dengan pasukan sekutu.

Menurut UPI.com, laporan Departemen Luar Negeri AS pada Juli mengatakan bahwa AS memiliki 7,34 miliar dolar AS aktif untuk FMS dengan pemerintah Singapura.

Sebelumnya Singapura membeli F-16 Block 52 Fighting Falcon dan helikopter AH64-D Apache.



Komentar