TEKNOLOGI

CUSV, Kapal Nirawak dengan Senjata Berat untuk Jaga Pelabuhan dan Wilayah Perairan

Jumat, 21 Februari 2020 19:00
Penulis : Remi
CUSV, Kapal Nirawak dengan Senjata Berat untuk Jaga Pelabuhan dan Wilayah Perairan

Kapal tanpa awak CUSV. Sumber: Textron Systems Advanced Systems

Angkasa.news - Salah satu misi paling penting yang dibebankan kepada Angkatan Laut AS adalah keamanan pelabuhan militer. Bukan tanpa sebab, tahun 2000 lalu, kapal USS Cole diserang oleh teroris saat mengisi bahan bakar di pelabuhan Aden, Yaman.

Sebuah kapal kecil penuh dengan bahan peledak mengarah ke kapal perusak 10.000 ton itu dan meledak. Serangan itu menewaskan 17 pelaut Angkatan Laut AS dan melukai 39 orang lainnya. Ledakan itu merobek badan kapal di lambung dan memaksa AL AS menghabiskan 200 juta dolar AS untuk perbaikan.

Sejak serangan terhadap USS Cole, Angkatan Laut AS berpikir keras untuk menghadirkan sebuah platform penjaga keamanan di pelabuhan. Salah satunya dengan mengembangkan Common Unmanned Surface Vehicle (CUSV) sebagai penjaga tanpa awak.

CUSV bergerak secara otonom untuk melindungi kapal yang jauh lebih besar dari penyusup. AL AS telah menguji CUSV di Pangkalan Angkatan Laut Norfolk, di mana ia mensimulasikan patroli di dekat kapal perusak berpeluru kendali Arleigh Burke dan kapal induk John C. Stennis.

CUSV adalah kapal kecil tak berawak yang dikembangkan oleh Textron Systems. CUSV memiliki panjang 39 kaki dan mampu kecepatan hingga 35 knot. Robot perahu ini dapat bertahan di atas air selama dua puluh jam di laut lepas, sambil menarik sekitar 2.000 kg muatan.

Operasinya dikendalikan dari jarak jauh atau dimungkinkan juga untuk beroperasi secara mandiri. Dalam keadaan darurat, operator kapal juga bisa masuk ke dalam ruang kemudi kecil untuk mengendalikan kapal.

Platform CUSV didesain secara modular untuk memudahkan operator mengubah konfigurasi peralatan sesuai kebutuhan. Untuk peran keamanan pelabuhan, Angkatan Laut AS menambahkan kamera elektro-optik, pengeras suara, dan senapan mesin kaliber .50 mm. Semua dikendalikan dari jarak jauh.

Selain menjaga keamanan pelabuhan, CUSV juga memiliki kemampuan untuk menjalankan patroli laut lepas di perbatasan sebuah negara. 

Menurut Navy Times, konsep nirawak ini telah diuji minggu lalu dengan mensimulasikan adanya penyusup yang mendekat ke pelabuhan. CUSV yang dikendalikan dari jarak jauh berlari untuk mencegat ancaman itu. Kapal nirawak ini mencegat kapal lain, memerintahkannya untuk pergi melalui pengeras suara, dan mensimulasikan tembakan pembuka untuk melumpuhkan penyusup.

Di masa depan, sebagian besar frigat, perusak, dan kapal penjelajah Angkatan Laut AS kemungkinan akan mengikutsertakan CUSV dalam rombongannya. 



Komentar



Sign Up for Our Newsletters
Get awesome content in your inbox every week.