TEKNOLOGI

China Pamer Sharp Sword, Pesawat Nirawak Siluman dengan Senjata

Rabu, 09 Oktober 2019 11:30
Penulis : Remigius Septian
China Pamer Sharp Sword, Pesawat Nirawak Siluman dengan Senjata

UAV Sharp Sword diklaim telah siap beroperasi di medan tempur. Sumber:

China telah mengembangkan drone stealth pertama di dunia yang mampu terbang untuk periode waktu yang lama dan mengenai target dengan tingkat presisi tinggi. Dan, drone itu sepenuhnya tidak terdeteksi radar.

Angkasa.news - Pesawat bernama Sharp Sword itu adalah bagian dari generasi baru kendaraan udara tanpa awak China dan dianggap mampu menghindari sistem pertahanan AS yang ada saat ini.

Pesawat itu diluncurkan pada parade Hari Nasional China pada 1 Oktober 2019 lalu ketika presiden Xi Jinping menyatakan bahwa "tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan rakyat Tiongkok dan bangsa China terus maju."


Pesawat ini memiliki penampilan yang mirip dengan drone Predator yang digunakan oleh AS sejak 1995, tetapi desain sayapnya dan kompartemen penyembunyian komponen memberikan peningkatan kemampuan siluman.

Dengan fitur tanpa awak dan tanpa terdeteksi, Sharp Sword berarti dapat melingkari wilayah udara target selama berjam-jam atau berhari-hari tanpa harus memperhitungkan faktor kelelahan para penerbangnya.

China mengklaim telah memiliki prototipe terbang Sharp Sword sejak awal 2013.

Mayor Jenderal Cai Zhijun, juru bicara kementerian pertahanan China mengatakan, parade tingkat tinggi yang digelar pekan lalu itu termasuk 15.000 tentara, lebih dari 160 pesawat, dan 580 peralatan militer.

Peralatan baru itu bisa menjadi indikator kunci dari kemajuan China dalam teknologi militer, area di mana mereka telah lama tertinggal dan bergantung pada desain Uni Soviet.

China sekarang menjadi negara dengan belanja militer terbesar kedua di dunia, meskipun masih jauh di belakang AS. Pada 2018, AS membelanjakan 649 miliar Dolar AS  untuk militernya. Sedangkan China menghabiskan 250 miliar Dolar AS.



Komentar