TEKNOLOGI

China Buat Masker Anti COVID-19 dari Teknologi Jet Tempur

Jumat, 20 Maret 2020 16:00
Penulis : Remi
China Buat Masker Anti COVID-19 dari Teknologi Jet Tempur

AVIC sebagai produsen pesawat tempur J-20 diminta untuk mengalihkan sumber dayanya untuk memproduksi mesin pembuat masker.

Angkasa.news - Perusahaan pertahanan China telah memproduksi peralatan medis dengan menggunakan sebuah teknologi yang awalnya dibuat untuk pabrikan senjata canggih dan jet tempur siluman J-20.  Salah satu produk medis utamanya adalah masker wajah yang suplainya saat ini sedang menurun drastis akibat merebaknya pandemi global COVID-19.

Perusahaan itu merupakan gabungan dari beberapa perusahaan milik negara, antara lain Aviation Industry Corporation of China (AVIC), China State Shipbuilding Corporation Limited (CSSC) dan China North Industries Group Corporation Limited (NORINCO). Mereka berkolaborasi sejak Februari lalu untuk merancang dan membangun mesin untuk produksi masker kesehatan.

Menggunakan teknologi perancangan digital yang sama untuk mengembangkan jet tempur siluman J-20, AVIC mampu merancang mesin masker wajah otomatis hanya dalam tiga hari. Dalam waktu 16 hari, prototipe pertamanya bisa selesai.


Mesin ini oleh AVIC dapat menghasilkan 100 masker per menit, nonstop selama 24 jam. Dalam laporan stasiun tivi CCTV, empat set mesin tersebut telah dikirim ke pabrik masker di seluruh China. Tahun ini mereka berencana membuat 20 mesin lainnya yang dikirimkan pada akhirnya Maret mendatang.

Jika seluruh mesin bekerja optimal, maka produsen masker kesehatan di seluruh China akan mampu memproduksi 3 juta masker tiap harinya.

Selain AVIC, Pembuat kapal induk dan kapal perusak CSSC mengatakan di situsnya pada akhir Februari lalu bahwa mereka memberikan 70 mesin pembuat masker biasa, 70 mesin pembuat masker N95 dan 90 mesin pembuat pakaian pelindung diri, atau yang biasa disebut baju Hazmat.

Selain alat pelindung diri, NORINCO yang selama ini dikenal sebagai produsen persenjataan ringan, amunisi, dan kendaraan lapis baja juga mengembangkan sensor suhu inframerah MEMS. Alat ini mampu secara akurat memonitor suhu tubuh secara real time.

Perusahaan-perusahaan senjata itu diminta berpartisipasi dalam krisis COVID-19 lantaran mereka dianggap memiliki keunggulan teknologi dengan peralatan produksi yang sangat otomatis. Perusahaan pertahanan juga dikenal memiliki rantai pasok yang stabil sehingga memungkinkan mereka untuk memproduksi banyak produk berkualitas tinggi untuk pengendalian epidemi dalam waktu singkat.



Komentar