TEKNOLOGI

Bozena 4, Robot Penyapu Ranjau Kompak dan Murah

Selasa, 07 April 2020 18:00
Penulis : Remi
Bozena 4, Robot Penyapu Ranjau Kompak dan Murah

Sumber:

Angkasa.news - Sejalan pentingnya tank tempur utama sepertu 2A4 Leopard dan kendaraan tempur macam 1A3 Marder. Yang tak kalah krusial adalah keberadaan wahana penyapu ranjau tak berawak. Robot ini sangat penting untuk membersihkan jalur lintasan Ranpur MBT dan IFV dalam sebuah gelaran di palagan agar laju mobilitasnya tak dihambat sebaran ranjau darat.


Selain melindungi nyawa prajurit yang mengoperasikan, pastinya Main Battle Tank (MBT) dan Infantry Fighting Vehicle (IFV) bukanlah murah dan sangat layak untuk di jaga keselamatannya.

Robot berbentuk Bulldozer mini ini Bersama Bozena 4 buatan WAY Industry asal Slowakia. Bozena 4 mulai diperkenalkan tahun 2002 dan telah dioperasikan oleh Slovakia, Azerbaijan, Srilanka. Indonesia sendiri telah mendapatkan produk ini sejak pertengahan 2013.


Selain digunakan untuk keperluan militer, Bozena 4 juga dimanfaatkan dalam misi kemanusiaan, seperti misi pembersihan ranjau pada daerah konflik di beberapa negara Afrika dan Timur Tengah.

Ringkas

Pada prinsipnya, Bozena 4 terbagi menjadi empat bagian, yakni kendaraan (Prime Mover) beserta dua alat pemukul (Flail Unit) dan sebuah kotak kabin berlapis baja untuk operator. Aspek remote control Bozena 4 memberikan keamanan maksimum karena operator berada pada jarak aman.

Pengendalinya duduk dalam kabin berpendingin yang diletakkan di atas bak truk dengan jarak minimal 20 meter dari ladang ranjau yang akan di sapu. Dengan ini, tingkat stress operator rendah dan hampir tidak ada bahaya akibat ledakan yang ditimbulkan ranjau.

Sepintas robot ini terlihat bagai traktor pertanian pembajak tanah dimana bagian depannya terdepat Flail Unit dari baja yang dapat diatur ketinggian dan kecepatan putarannya, mulai dari 350 hingga 500 putaran per menit.

Rangkaian bulir rantai baja pemukul yang menggantung dengan gerakan melingkar berfungsi menggerus ranjau yang biasanya di tanam pada kedalaman 25-30 cm dan memukulnya hingga meledak.

Bozena 4 dapat menangani ranjau antipersonnel (AP) maupun ranjau anti kendaraan (AV) dengan ketahanan meredam daya ledak hingga 9 kg TNT.

Bozena 4 tergolong wahana penyapu ranjau kelas ringan berdimensi kompak. Selain dapat dipindahkan menggunakan truk melalui jalan darat, Bozena 4 juga bisa digeser lewat udara menggunakan pesawat C-130 Hercules.

Dimensinya yang kecil dan bobot yang cuma 6,9 ton memudahkannya bermanuver di ruang terbatas dan kondisi yang sulit. Menggunakan pembungkus roda yang mudah dilepas pasang, membuatnya tidak mudah terjebak ketika beroperasi di medan berlumpur dan daerah bergenang air.

Kendaraan ini juga telah ditutupi perisai lapis baja yang dipasang tepat di belakang poros pemukul untuk menangkis puing-puing ledakan dari ranjau yang berhamburan. Untuk melindungi bagian internal penggerak utama, pabrikan juga menambahkan pelat baja ARMOX dengan ketebalan 4-6mm serta kaca Polikarbonat LEXAN untuk melindungi sistem hidrolik dan Remote Control.

Bozena 4 juga ditutupi kerudung untuk melindungi penggerak utama dari debu. Plus, dilengkapi sistem pemadam api otomatis untuk meningkatkan keselamatan dari kebakaran internal.

Untuk menggerakan Bozena, pabrian membenamkan mesin diesel turbo charged BF 61.914 kapasitas 4.000 cc buatan Deutz. Mesin ini mampu menyemburkan daya sebesar 110 Kw pada 2.500 rpm dan mengembangkan torsi 550 nm pada 1.600 rpm dengan kecepatan maksimum 9 km/jam saja.

Di tanah air, Bozena 4 dioperasikan oleh Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 9/1 Kostrad yang bermarkas di Ujung Berung, Jawa Barat dan Yonzipur 10/2 Kostrad di Pasuruan,



Komentar