TEKNOLOGI

Belum Pernah Ada, China Luncurkan Satelit Taiji-1 yang Mampu Deteksi Gelombang Gravitasi

Rabu, 25 September 2019 08:40
Penulis : Beny Adrian
Belum Pernah Ada, China Luncurkan Satelit Taiji-1 yang Mampu Deteksi Gelombang Gravitasi

Satelit Taiji-1 yang mampu mendeteksi gelombang gravitasi. Sumber: Twitter @globaltimesnews

Angkasa.news - Beijing baru-baru ini meluncurkan ke orbit sebuah observatorium satelit yang mampu mendeteksi gelombang gravitasi yang belum pernah ada sebelumnya. Perangkat ini yang pertama kali digunakan oleh negara mana pun.

Satelit baru ini membawa peralatan yang sangat peka dan bertujuan untuk melacak gelombang gravitasi, atau riak-riak dalam ruang-waktu yang bergerak dengan kecepatan cahaya melintasi alam semesta.

Riak-riak, menurut NASA, pertama kali diprediksi dalam teori fisikawan Albert Einstein, dihasilkan oleh berbagai fenomena yang melibatkan perpindahan massa dengan kecepatan sangat tinggi, termasuk bintang yang meledak dalam supernova, dua bintang besar yang saling mengorbit atau benturan antara dua lubang hitam.

Gelombang meremas dan meregangkan materi ketika bergejolak melintasi alam semesta. Satelit Taiji-1 yang diluncurkan China pada 31 Agustus, diharapkan dapat mendeteksi dengan akurasi dan kehalusan yang lebih baik daripada sebelumnya.

“Ini adalah langkah pertama deteksi gelombang gravitasi berbasis ruang angkasa oleh China,”  kata Xiangli Bin, wakil presiden Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) kepada Xinhua beberapa waktu lalu.

“Masih ada jalan panjang untuk menyadari mendeteksi gelombang gravitasi di ruang angkasa. Ilmuwan China akan terus berkontribusi untuk eksplorasi dan kemajuan manusia.”

Wu Yueliang, kepala ilmuwan program Taiji dan seorang akademisi di CAS, mengatakan kepada Xinhua bahwa karena Taiji-1 berbasis di ruang angkasa, kemampuan pendeteksiannya jauh lebih sensitif daripada observatorium berbasis darat.

Satelit ini akan memungkinkan untuk mendeteksi frekuensi lebih rendah dan mengintip lebih jauh ke alam semesta dan ke masa lalu, serta untuk melihat benda langit dengan massa lebih besar.

"Keakuratan sensor referensi gravitasi pada satelit mencapai sepuluh miliar dari percepatan gravitasi bumi,” jelas Wu. Ia mencatat interferometer laser probe dapat mengukur suatu perpindahan sekecil 100 pikometer, setara dengan ukuran satu atom.

Einstein meramalkan fenomena pasti ada ketika ia berteori dasar-dasar relativitas khusus pada awal abad ke-20. Namun keberadaan gelombang tidak dikonfirmasi sampai 2015, ketika Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) di Amerika Serikat mendeteksi tabrakan lubang hitam yang terjadi 1,3 miliar tahun lalu.

Taiji-1 adalah yang pertama dari beberapa satelit China yang akan mempelajari gelombang gravitasi, dengan yang lainnya akan diluncurkan pada 2023 dan 2033.

Dalam nada yang sama, Badan Antariksa Eropa telah memutuskan untuk meluncurkan trio satelit Laser Interferometer Space Antenna (LISA)  pada 2034. Pathfinder LISA diluncurkan pada tahun 2015 untuk menunjukkan kelayakan misi tersebut.



Komentar