TEKNOLOGI

Australia Makin Gahar, AS Setujui Hampir 1 Miliar Dolar Penjualan 200 Rudal Antikapal AGM-158C

Sabtu, 08 Februari 2020 14:40
Penulis : Beny Adrian
Australia Makin Gahar, AS Setujui Hampir 1 Miliar Dolar Penjualan 200 Rudal Antikapal AGM-158C

Ilustrasi rudal antikapal AGM-158C LRASM. Sumber: apa.az

Angkasa.news - Administrasi Trump telah menyetujui penjualan 200 rudal antikapal ke Australia dengan harga 990 juta dolar AS, Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) mengatakan dalam siaran pers (8/2).

"Departemen Luar Negeri AS telah membuat keputusan menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing (FMS) ke Australia hingga 200 AGM-158C LRASM (Long Range Anti-Ship Missiles) dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya 990 juta dolar,” sesuai bunyi rilis.

Penjualan ini juga akan mencakup hingga sebelas sistem Telemetri ATM-158C LRASM, DATM-158C LRASM, Captive Air Training Missiles (CATM-158C LRASM) dan peralatan lainnya dengan Lockheed Martin sebagai kontraktor utama.

Sebelumnya, Pemerintahan Donald Trump telah memperluas kerja sama militer dengan Australia dan Jepang di kawasan Indo-Pasifik.

AGM-158C LRASM adalah rudal jelajah antikapal yang dikembangkan untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat oleh DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency).

LRASM dibuat untuk merintis kemampuan penargetan otonom yang lebih canggih daripada rudal antikapal Angkatan Laut AS saat ini, yang telah beroperasi sejak tahun 1977.

Selain Australia, Swedia sudah menyampaikan ketertarikannya kepada AGM-158C sebagai respon sikap Rusia di Eropa Timur. Juga Inggris, Singapura, Kanada, dan Jepang sangat ingin memiiliki rudal AGM-158C LRASM.



Komentar