TEKNOLOGI

Airbus Tiru Formasi Burung Migrasi untuk Hemat Bahan Bakar Pesawat

Selasa, 31 Maret 2020 10:30
Penulis : Remi
Airbus Tiru Formasi Burung Migrasi untuk Hemat Bahan Bakar Pesawat

Sumber: A350

Angkasa.news - Minggu lalu Airbus menguji sekelompok pesawat A350 dalam formasi mirip burung sebagai bagian dari program 'fello'fly'. Airbus percaya jika satu pesawat terbang di belakang pesawat lain, maka formasi itu akan menghasilkan penghematan bahan bakar yang signifikan. Teori ini terinspirasi dari kawanan burung yang bermigrasi dengan terbang formasi untuk menghemat energi mereka.

Program Fello’fly dilakukan dengan uji terbang dua pesawat melintasi Atlantik. Jika program penelitian ini terbukti bisa menghemat bahan bakar secara signifikan, maka Airbus akan menawarkan konsep terbang formasi untuk dunia penerbangan secara luas. Harapannya, ini akan menjadi jalan keluar bagi maskapai dalam mencari cara baru meningkatkan efisiensi operasi mereka.

Menurut tweet yang diposting oleh A350Blog minggu lalu, Airbus melakukan tes ini pada hari Kamis dan Jumat (26/03-27/03). Penerbangan hari Kamis melibatkan pesawat purwarupa MSN1 Airbus A350. Pesawat ini terbang selama 11 jam dari Toulouse ke Islandia, Greenland, Kanada, dan kemudian kembali ke Toulouse.

MSN1 #A350 prototype intense flight-tests on Thursday & Friday.

•12/March: 11 hour round trip: Toulouse - Iceland- Greenland - Canada - Toulouse.
•13/March: formation flight with MSN59 A350-1000. Fello’fly program.

? A380_TLS_A350 pic.twitter.com/hXRkgClzxz

— A350Blog (@A350Blog) March 13, 2020


Hari berikutnya, Airbus menerbangkan dua pesawat sekaligus, yaitu pesawat purwarupa A350-1000 yang diberi kode MSN59 dan pesawat A350 yang telah beroperasi. Kedua pesawat terbang dalam formasi dengan pemisahan jarak 1,5 mil laut (sekitar 2,7 km). Jarak minimal antar dua pesawat saat ini menurut aturan adalah 5 mil laut (9 km). Dalam kalkulasi awal, Airbus percaya formasi ini mampu menghemat 10-15% bahan bakar di pesawat yang terbang di belakang. 

Program ini adalah salah satu dari banyak proyek yang dilakukan di banyak industri penerbangan. Tujuannya sama, yaitu mengeksplorasi manfaat biomimikri dan menirunya untuk tujuan kemajuan teknologi manusia. 

Namun jika benar-benar dipraktekkan dalam operasional penerbangan, skenario terbang formasi ini akan meningkatkan kepadatan operasional bandara, terutama pada waktu-waktu ramai. Beban pekerjaan bagi pengatur lalu lintas udara juga makin tinggi dan pengaturan penumpang juga harus dimodifikasi kembali.



Komentar