TEKNOLOGI

Ada yang Menarik Perhatian di AeroSummit 2019, Drone CR 40 dan Hibrid Dadali

Kamis, 26 September 2019 08:38
Penulis : Beny Adrian
Ada yang Menarik Perhatian di AeroSummit 2019, Drone CR 40 dan Hibrid Dadali

Wahana inovasi hibrid yang diberi nama Dadali. Sumber: angkasa.news/ Trisna Bayu

Angkasa.news - Ada yang menarik dan mencuri perhatian saat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggelar AeroSummit 2019 di Jakarta pada 24-25 September. Yaitu ditampilkannya dua produk inovasi drone CR 40 dan girokopter hibrid Dadali.

CR 40 yang ternyata digawangi oleh PT Uavindo Nusantara, memang menjanjikan selain karena pembuatnya adalah industri yang inovatif dan kreatif. 

Seperti diketahui, pengembangan drone di Indonesia pertama kali dilakukan pada 1994 saat berlangsungnya reuni lulusan Teknik Penerbangan ITB. Reunian ini menghasilkan perusahaan yang dinamakan PT Uavindo Nusantara, perusahaan swasta rintisan yang memiliki spesialisasi pada produksi Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA). Produk pertama mereka adalah Sky-Spy tahun 2003.

Produk inovasi kedua adalah Dadali. Sepertinya pembuatan Dadali terinspirasi dari girokopter dan rotary wing drone. Rotary wing drone dikenal juga dengan nama multicopter atau multirotor.

Dari standing banner yang dipajang, dituliskan bahwa Dadali bisa beroperasi secara otopilot dan memiliki berat 120 kg. 

Selintas mengenang masa lalu, kita teringat saat Nurtanio menghasilkan prototipe girokopter bernama yang diberinya nama Koelentang alias Kursi Terbang pada awal 1960-an.

Setelah serangkaian percobaan tanpa mesin dan terbukti terbang stabil, Kolentang diterbangkan untuk pertama kalinya oleh Nurtanio di Pangkalan Udara Husein Sastranegara pada 4 Juli 1963.

AeroSummit 2019 yang mengambil tema “Streamlining The Synergy in Aerospace Industry”, dibuka Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin. AeroSummit 2019 hasil kolaborasi PT Dirgantara Indonesia dan Indonesia Aeronautical Engineering Center (IAEC).

Drone CR 40 buatan PT Uavindo Nusantara. Sumber: angkasa.news/ Trisna Bayu

ini merupakan wujud komitmen LAPAN serta para stakeholder untuk membangun ekosistem kedirgantaraan agar dapat tumbuh baik industri maupun sumber daya manusianya.

AeroSummit 2019 menyusun roadmap kedirgantaraan nasional sebagai bahan kebijakan nasional untuk menyongsong Indonesia emas.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu berhasil dibentuk Board of Trustee yang bertujuan untuk mendorong dan mengawal pelaksanaan roadmap yang akan dibentuk.

Kerangka roadmap kedirgantaraan yang dibahas di AeroSummit 2019 telah melalui pembahasan dan pertemuan secara intensif selama 10 bulan antara LAPAN, Kemenko Kemaritiman, industri penerbangan, dan asosiasi penerbangan serta Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Pembahasan mengenai tugas pokok, fungsi serta keaggotaan dari Board of Trustee dilaksanakan pada diskusi panel hari pertama dengan topik “Peranan Lembaga Pengawas (Board of trustees) di dalam Pelaksanaan Roadmap Industri Pesawat Terbang Nasional Menuju Indonesia Emas".



Komentar