SEJARAH

Singapore Airlines dan Kenangannya Bersama Boeing 747

Senin, 12 Agustus 2019 12:30
Penulis : Remigius Septian
Singapore Airlines dan Kenangannya Bersama Boeing 747

Sumber: Simple Flying

Singapore Airlines sebagai salah satu pengguna terbesar Boeing 747 mempunyai kenangan tersendiri dengan pesawat ini.

 

Angkasa.news - Menurut catatan, sepanjang Singapore Airlines berdiri, maskapai Singapura itu telah menerbangkan total 116 pesawat Boeing 747 varian -200, -300, dan -400. Dari semua model ini, Singapore Airlines menerbangkan lebih dari 50 Boeing 747-400.

Singapore Airlines telah pensiunkan mereka sebelum masa hidup mereka berakhir. Namun, beberapa Boeing 747-400 masih terbang selama kurang dari dua puluh tahun untuk kebutuhan pengangkutan kargo.


Setelah melayani Singapore Airlines, Boeing 747-400 menemukan beberapa rumah barunya. Beberapa maskapai mengambil alih 747 dari Singapura, seperti Air Pacific (sekarang dikenal sebagai Fiji Airways), Ansett Australia, Iberia, Lion Air, Air India, dan Cathay Pacific.

Sekarang sebagian besar Boeing 747 menemukan hidup baru mereka sebagai pesawat kargo. Dengan program konversi yang kuat, 747 yang sudah uzur dapat terbang selama beberapa tahun lagi untuk maskapai kargo. Sejumlah maskapai memanfaatkan program ini dan masih menerbangkan pesawat itu hingga hari ini.

Pada 6 April 2012, Singapore Airlines mengoperasikan penerbangan Boeing 747 terakhir mereka. Pesawat dengan registrasi 9V-SPQ terbang dari Singapura ke Hong Kong dengan nomor penerbangan SQ747 dan SQ748 untuk penerbangan dari Hong Kong ke Singapura.

Wakil Presiden Eksekutif Komersial Singapore Airlines saat itu, Mr Mak Swee Wah, mengatakan: "747 benar-benar permata di armada kami selama hampir empat dekade, dan kami tidak akan menjadi maskapai seperti sekarang ini jika kami tidak membuat keputusan berani pada  1972 untuk membeli pesawat ikonik ini."

Hingga saat ini Singapore Airlines masih mengkaryakan Boeing 747 sebagai pesawat kargo khusus. Pesawat kargo dapat beroperasi lebih lama dari pesawat penumpang. Alasannya, maskapai tidak perlu khawatir soal retrofit kabin yang mahal mulai dari sistem hiburan, fasilitas pesawat, dan lain sebagainya.

Ketika 747-400an keluar dari armada Singapore Airlines, maskapai itu membutuhkan penggantian baru. Salah satu pengganti Boeing 747 adalah Airbus A380. Selain itu, Singapore Airlines juga melantik Boeing 777 ke dalam armada mereka. Saat ini maskapai tersebut mengoperasikan varian 777-200 dan 777-300.



Komentar