SEJARAH

Siapa Tokoh di Balik The First Bombing Mission dalam Sejarah TNI AU?

Sabtu, 15 Juni 2019 13:00
Penulis : Beny Adrian
Siapa Tokoh di Balik The First Bombing Mission dalam Sejarah TNI AU?

Reka ulang pemboman Semarang, Salatiga, dan Ambarawa yang digagas KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto pada 29 Juli 2017. Sumber: angkasa.news/ Beny Adrian

Angkasa.news - Peristiwa satu ini sudah sedemikian terkenalnya. Setiap tahun pun TNI AU memperingatinya dalam sebuah semangat para senior yang dibungkus dalam nama Hari Bhakti. 

Mengenang peristiwa seperti ini sangatlah baik. Selain mengingatkan kita kepada sejarah masa lalu, juga sebagai bukti bahwa kita tidak pernah lupa dengan para founding father dan bertekad terus menggelorakan semangatnya. 

Pagi hari itu, 29 Juli 1947, dua pesawat Churen dan satu Guntei milik AURI, melakukan serangan udara atas target Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Serangan ini bagai petir di siang bolong di mata Belanda. Bagaimana sesungguhnya cerita di balik aksi heroik ini?

Setelah semua siswa penerbang AURI dinyatakan lulus, mereka oleh KSAU Laksamana Suryadarma disebar sejumlah pangkalan udara di Pulau Jawa.

Ada yang ke Maospati, Bugis, Tasikmalaya, Kalijati, dan Yogyakarta sendiri. Tugas mereka waktu itu mengaktifkan pangkalan.

Nah, beberapa hari sebelum 29 Juli, dua siswa yang sudah lulus ini yaitu Sudarjono dan Suharnoko Harbani mendapat perintah kembali ke Yogyakarta. Perintahnya tidak jelas dan detail, sehingga ketika sampai di Yogyakarta di malam hari, Sudarjono memutuskan untuk tidak langsung masuk pangkalan tapi memilih istirahat di Hotel Tugu.

Barulah esok paginya Sudarjono memasuki pangkalan dan kemudian mengetahui apa yang terjadi.

Dua Churen diterbangkan Sutardjo Sigit dan Suharnoko Harbani serta sebuah Guntei dengan pilot Muljono, mengebom sejumlah target Belanda.

“Jika malam itu saya langsung ke pangkalan, mungkin saya yang ditugaskan karena Suharnoko itu yunior saya," aku Sudarjono yang merupakan adik kandung Adi Sutjipto.

Siapakah yang mengatur operasi ini, mengingat saat itu Adi Sutjipto sedang ke luar negeri dengan pesawat DC-3 Dakota VT-CLA milik India. Apakah Suryadarma?

"Saya kira Pak Halim," kata Sudarjono singkat. Halim Perdanakusuma adalah mantan navigator di angkatan udara Inggris semasa Perang Dunia II. Halim banyak terbang bersama pembom B-24 Liberator dalam kampanye di Afrika.

Dalam pengeboman di ketiga lokasi, bom bawaan pesawat disiapkan oleh Kapten Edi, bekas perwira logistik semasa pendudukan Belanda.

Ketiga pesawat setelah menyelesaikan misi mendarat di Semarang, untuk menghindari pembalasan Belanda jika mendarat di Yogyakarta.

Sore itu juga, 29 Juli, pesawat Dakota VT-CLA yang diterbangkan Adi Sutjipto ditembak pesawat tempur Kitty Hawk milik Belanda hingga jatuh di daerah Ngoto, Bantul, Yogyakarta sesaat sebelum mendarat.



Komentar



Sign Up for Our Newsletters
Get awesome content in your inbox every week.