SEJARAH

John Alcock dan Arthur Brown, 2 Manusia Pertama yang Melintasi Samudera Atlantik dengan Vickers Vimy

Rabu, 25 Maret 2020 19:50
Penulis : Beny Adrian
John Alcock dan Arthur Brown, 2 Manusia Pertama yang Melintasi Samudera Atlantik dengan Vickers Vimy

John Alcock (kanan) dan Arthur Witten Brown bersama pesawat Vickers Vimy. Sumber: historynet.com

Angkasa.news – Ketika dunia penerbangan belum secanggih saat ini, para pelopor aviasi sudah menunjukkan keberanian dan keteguhan untuk membuktikan jatidiri tekad manusia sebagai insan yang inovatif dan kreatif. Bahaya mereka hadang, demi masa depan.


Itulah yang bisa kita teladani dari penerbangan lintas Samudera Atlantik yang dilakukan John Alcock dan Arthur Witten Brown saat mengikuti lomba terbang lintas Atlantik pada Juni 1919.

Meski cuaca pada musim dingin saat itu kurang menguntungkan penerbangan, keduanya tetap teguh. Hujan salju yang turun ke bumi betul-betul menghalangi pandangan. Apalagi ada angin kencang. 

Pun butir-butir salju yang menempel pada permukaan sayap dan badan pesawat, sering menutup bagian-bagian penting yang seharusnya bergerak. 

Aileron jadi tidak berfungsi. Salju juga menyekat lubang pipa penghisap udara untuk pembakaran, yang bisa menyebabkan mesin tidak bekerja normal. Peristiwa seperti itulah yang dialami John Alcock dan Arthur Witten Brown.

Petualangan John Alcock dan Witten Brown bermula dari pengumuman surat kabar Daily Mail terbitan April 1913. 

Dalam berita itu ditawarkan hadiah sebesar 10.000 poundsterling kepada siapa saja yang berhasil melintasi lautan Atlantik nonstop dari satu tempat di Amerika Serikat, Canada atau Newfoundland ke suatu tempat di Inggris atau Irlandia dalam batas waktu 72 jam, terhitung sejak bendera start dikibarkan. 

Hadiah disediakan Lord Northcliffe, pengusaha Daily News. Jumlah hadiah terus bertambah setelah pembacanya ikut menyumbang. 

Iklan di Daily News mendapat sambutan besar, tidak hanya di Inggris tapi juga di Perancis, Italia, Belanda bahkan AS dan Kanada. 

Pendaftarannya dibuka pertengahan tahun 1913 dan berakhir awal Desember tahun yang sama. Namun karena terjadi Perang Dunia I, lomba terpaksa dibatalkan sampai kemudian dibuka kembali usai perang di tahun 1919. 

Vicker saat itu sedang merancang pesawat pembom yang dinamakan Vimy. Pesawat itu yang kemudian didaftarkan sebagai peserta lomba lintas Atlantik. 

Dari belasan peserta, hanya sembilan grup yang lolos. Dari sembilan, gugur lima lantaran pesawatnya belum siap uji terbang pendahuluan. 

Keempat peserta adalah grup dari Sopwith Atlantic yang menampilkan Hawker dan Mackenzie sebagai awak.

Kemudian grup Martinsyde Raymor menampilkan pilot Raynham dan kopilot Morgan. Sementara grup Handley Page Atlantic mencalonkan Laksamana Mark Kerr, Breckley dan Grand. 

Grup Vicker mencalonkan Kapten John Alcock dan Letnan Arthur Witten Brown, keduanya mantan penerbang Angkatan Udara dan Laut Inggris. 

Pesawat pembom Vickers Vimy yang diawaki Alcock dan Brown tidak dilengkapi instrumen nan hebat. Radio navigasi satu-satunya yang diharapkan bisa menjadi penuntun arah, mendadak tidak berfungsi. Sehingga untuk menentukan utara-selatan, mereka mengharapkan bintang-bintang di langit.

Saat Alcock dan Brown mengawaki pesawatnya, tantangan cuaca begitu berat. Hampir separuh dari perjalanannya berada di antara awan-awan hitam dan kabut tebal. 

Keduanya selamat karena menyatu dengan awan. Ketika lepas dari awan mereka malah terperangkap awan hitam sebelum terlempar dari ketinggian 6.000 kaki ke 500 kaki. 

Vimy sempat terputar beberapa kali dan nyaris celaka ditelan gelombang lautan. Untung Alcock, mantan penerbang pembom itu bereaksi cepat sehingga pada saat kritis, pesawatnya masih bisa dikendalikan. Vimy mengudara lagi, tapi maut masih saja mengintai.

Ketika pesawat Alcock mendarat di tempat tujuan, pesawatnya menghujam bumi, badannya patah dua dan sayapnya patah sebelah. Ajaibnya, Alcock dan Brown selamat, tak terluka sedikitpun.

Ratusan penduduk yang menyaksikan kejadian itu berlari mendekati Vicker Vimy yang terjungkal tak jauh dari stasiun radio. Saat mereka datang, Alcock dan Brown sudah berada di luar pesawat berdiri tegak di sisi pesawatnya.

Where are you from,” tanya salah seorang warga.

"America,” jawab Alcock sambil mengambil tas kecil berisi selebaran bertulisan Newfoundland.

"Demi Tuhan, mereka benar-benar datang," komentar mereka keheranan melihat kenyataan yang semula tak terbayangkan itu.

Diakhir petualangan ini, mereka tercatat dalam lembaran sejarah penerbangan sebagai orang pertama yang berhasil melintasi Samudera Atlantik nonstop menggunakan pembom Vimy

Mereka terbang selama hampir 16 jam menempuh jarak 1.900 mil dari St. John Newfoundland, Amerika Serika ke Clifden, Irlandia.

Peristiwa yang terjadi tahun 1919 ini berarti delapan tahun lebih awal dari penerbangan lintas Atlantik Charles Linbergh dengan Spirit of St. Louis



Komentar