SEJARAH

Bessie Coleman, Wanita Afrika-Amerika Pertama yang Meraih Lisensi Pilot Tahun 1921

Senin, 17 Juni 2019 11:30
Penulis : Beny Adrian
Bessie Coleman, Wanita Afrika-Amerika Pertama yang Meraih Lisensi Pilot Tahun 1921

Bessie Coleman dikenang sebagai pilot wanita keturunan Afrika-Amerika pertama. Sumber: airandspace

Angkasa.news - Meski Bessie Coleman tidak pernah mewujudkan mimpinya membuka sekolah penerbang bagi anak muda keturunan Afrika-Amerika, warisannya sebagai wanita Afrika-Amerika pertama yang mendapatkan lisensi pilot telah memengaruhi dan menginspirasi banyak orang selama beberapa dekade.

Smithsonian National Air and Space Museum secara khusus menurunkan artikel pada 15 Juni 2019 utuk mengenang Coleman yang inspiratif.

Ia dinilai menginspirasi karena melakukan sesuatu sebelum wanita bisa menerbangkan pesawat. Bahkan sebelum Amelia Earhart terbang solo melintasi Atlantik, Coleman telah menjadi penerbang.

Wanita berdarah Afrika-Amerika ini dilahirkan di Texas pada 1892. Ia satu dari 13 anak yang lahir dari orang tua yang bekerja sebagai petani bagi hasil.

Sebagai wanita Afrika-Amerika, adalah mustahil bagi Coleman mendapatkan lisensi pilot di Amerika yang sangat rasis saat itu. Ia dinilai memiliki visi yang sangat jauh untuk menjadi insan dirgantara, terpaut lebih 20 tahun sebelum Tuskegee Airmen yang semuanya laki-laki kulit hitam turun ke medan Perang Dunia II.

Coleman tidak putus asa. Ia yang saat itu berusia 24 tahun meninggalkan pekerjaannya sebagai manikur di Chicago untuk mendapatkan lisensi terbangnya di Perancis.

Singkat cerita, Coleman menerima lisensi terbangnya pada 15 Juni 1921. Keberhasilannya dalam sekejap menjadi viral sebagai wanita Afrika-Amerika pertama yang mendapatkan lisensi pilot dari Fédération Aéronautique Internationale.

Tahun 1921, Coleman kembali ke Chicago dan mendapatkan pekerjaan sebagai barnstorming pilot, yang tugasnya melakukan aksi "gila" dalam acara semacam airshow kecil.

Barnstorming adalah gaya terbang yang populer sepanjang tahun 1920-an. Barnstormers terbang dengan angka delapan dan membuat putaran di udara, kemudian dengan berani membalikkan (inverted) pesawat.

Pilot bahkan membiarkan orang berjalan ke sayap pesawat saat dalam penerbangan.

Dalam era dimana prasangka rasial masih kuat dan undang-undang Jim Crow, Coleman hanya akan tampil dalam sebuah pameran jika kerumunan penonton dipisahkan.

Namun secara diam-diam, Coleman menyimpan niat mulianya dengan mengumpulkan uang dari hasil pertunjukannya. Impiannya adalah membuka sekolah penerbang bagi anak-anak Afrika-Amerika.

Untuk mencapai ini, ia bahkan membuka salon kecantikan untuk menghemat uang tambahan.

Pada 1923, pesawat Coleman jatuh di Santa Monica dalam sebuah pameran. Dalam kecelakaan itu ia mengalami cedera serius. Dia memang pulih, namun itu adalah pertanda buruk dari hal-hal yang akan datang.

Namun Tuhan berkata lain. Sebelum membuka sekolah penerbang, Coleman gugur dalam kecelakaan pesawat pada 30 April 1926.

Saat itu ia tengah menjalani latihan untuk memeriahkan May Day.

Agen publikasi dan mekaniknya, William Will, menerbangkan pesawat biplane-nya dalam posisi terbalik dengan posisi hidung ke bawah. Entah bagaimana kejadiannya, Coleman terlempar dari pesawat hingga tewas.

Meski Coleman tidak pernah melihat dukungan masyarakat Amerika dan pembentukan Ninety-Nines yaitu organisasi untuk wanita penerbang yang didirikan Amelia Earhart pada 1929, ia dikenang karena telah membuka “langit” bagi wanita untuk mengejar mimpinya.

Amerika Serikat mengeluarkan perangko pada 1995 untuk menghormati Bessie Coleman. Di Chicago sendiri pada peringatan kematiannya, pilot Afrika-Amerika secara khusus terbang di atas makamnya.

Karena dedikasinya yang luar biasa di masa sangat sulit, Coleman diberi tempat mulia di National Aviation Hall of Fame bersama pilot kesohor Amelia Earhart dan Charles Lindbergh.

Sebagai penghormatan sesuai impian Coleman, pilot William Powell menjalankan Bessie Coleman Aero Club pada tahun 1929. Klub terbang ini aktif mempromosikan penerbangan kepada pria dan wanita Afrika-Amerika.



Komentar