KOMUNITAS

Terselamatkan, Tim Gua Nenek di Biak Temukan Samurai dan Puluhan Benda Bekas Perang Dunia II

Rabu, 13 November 2019 16:58
Penulis : Beny Adrian
Terselamatkan, Tim Gua Nenek di Biak Temukan Samurai dan Puluhan Benda Bekas Perang Dunia II

Sejumlah benda berharga sisa-sisa Perang Pasifik, berhasil diselamatkan tim Gua Nenek di Biak. Sumber: mando rumaropen

Angkasa.news – Kabar baik angkasa.news terima dari pengelola Gua Jepang alias Abyab Binsari alias Gua Nenek yang sangat terkenal di Biak, Papua.

Menurut informasi yang dikirim Mando Rumaropen, pengelola Gua Nenek, tim dari Gua Jepang menemukan peninggalan perang yang masih tersisa di wilayah Biak. “Ini temuan baru sama tim wisata goa Jepang,” teranngnya kepada Angkasa melalui pesan singkat.

Mando yang anggota Batalyon Komando 468 Paskhas dengan pangkat prajurit kepala (Praka) itu menjelaskan, benda-benda peninggalan Perang Pasifik itu ditemukan di Biak barat.

Temuan terakhir benda peninggalan Perang Pasifik di Biak. Sumber: mando rumaropen

Memang selama puluhan tahun, Pulau Biak yang menjadi wilayah administrasi Kabupaten Biak Numfor ini menyimpan segudang bukti kekejaman perang. 

Di wilayah inilah semasa Perang Pasifik berkecamuk, kekuatan militer Jepang bertemu dengan pasukan Amerika Serikat dipimpin Jenderal MacArthur.

Menurut Mando, cukup banyak benda-benda berharga yang berhasil ditemukan dan kemudian diamankan tim.

“Helm, samurai, mangkok, dan beberapa kirbat dan ompreng didapatkan di daerah hutan ambobensup. Dan sebgian besar barang2 yg lain itu z temukan di daerah mokmersup, paraisup, ibdisup,” jelas Mando merinci temuannya.

Dari foto yang dikirim Mando, bisa dilihat begitu banyak benda-benda yang berhasil diselamatkan. Seperti baut ukuran besar, uang logam, perkakas, sendok, garpu, pisau, teropong, dan dua tabung menyerupai penyembur api.

Helm tentara yang berhasil diamankan. Sumber: mando rumaropen

Benda-benda yang sangat berharga ini ditemukan rekannya Roni Rumbrapuk.

Mando berharap benda-benda berharga ini bisa diamankan dan dilestarikan sebagai bukti perang besar di Biak pada tahun 1940-an.

"Lebih diperhatikan lagi soalnya masyarakat Biak belum mengerti, mereka memukan benda seperti itu rata-rata dijual ke pengepul besi tua," aku Mando.

Dia berharap ada perhatian dari semua pihak agar proses pelestarian benda peninggalan perang ini bisa berkesinambungan. Mando sangat berharap ada bantuan dana dari pemerintah atau lembaga pemerhati benda sejarah.

Meski dengan dana pengelolaan yang pas-pasan, Mando tidak pernah surut untuk terus mengelola Gua Nenek yang sebelumnya ditangani ayahnya Rumaropen. 

Tidak sekali-dua kali ia harus menebus benda-benda yang ditemukan warga menggunakan uang dari kantongnya. "Kadang kami bayar dengan dana pribadi, namun tetap lebih banyak masyarakat menjual ke pengepul besi tua," ungkapnya.

Mando Rumaropen (kiri) bersama rekan-rekannya yang membantu mengelola Gua Nenek. Sumber: mando rumaropen

"Sampai saat ini saya dan beberapa anak-anak di Gua Jepang masih semangat mencari benda-benda tersebut dan dimuseumkan," katanya.

Semoga penemuan benda-benda berharga peninggalan perang di Biak ini bisa dijaga dan aman dari tangan-tangan jahil.

Dalam hal ini, Mando dan rekan-rekannya adalah pahlawan untuk perlindungan benda-benda bersejarah.



Komentar