KOMUNITAS

Buka Munas FASI ke-11, KSAU: Olahraga Dirgantara Tidak Menjadi Olahraga Eksklusif

Jumat, 21 Juni 2019 08:45
Penulis : Beny Adrian
Buka Munas FASI ke-11, KSAU: Olahraga Dirgantara Tidak Menjadi Olahraga Eksklusif

KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna selaku Ketua Umum FASI membuka Munas FASI ke-11. Sumber: Dispenau

Angkasa.news - Pagi ini, Jumat (21/6), KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna membuka Musyawarah Nasional ke-11 FASI (Federasi Aero Sports lndonesia) di Persada Purnawira Lanud Halim Perdanakusuma.

Penyelenggaraan Munas merupakan perwujudan dari amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART FASI yang menetapkan bahwa Musyawarah Nasional diselenggarakan sekali dalam empat tahun.

Di hadapan pengurus PB FASI, KSAU menyampaikan penghargaan tertinggi atas lima prestasi yang dicapai selama periode kepengurusan FASI tahun 2014 sampai dengan sekarang.

FASI mampu tampil dan memberikan daya tarik tersendiri melalui berbagai kompetisi olahraga dirgantara yang telah diikuti, baik skala nasional maupun Internasional sehingga dapat menjadi stimulus bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai olahraga dirgantara.

Keikutsertaan beberapa cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional ke-19 tahun 2016 di Bandung dan enam cabang olahraga paralayang pada Asian Games ke-18 tahun 2018 di Jakarta dan Palembang, membuktikan bahwa FASI mampu bersaing secara positif dan sejajar dengan cabang olahraga lain di bawah naungan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Satu hal yang sangat membanggakan bahwa atlet-atlet FASI telah mampu mengukir sejarah dalam keikutsertaan pada Asian Games ke-18 tahun 2018.

Atlet FASI menyumbangkan 2 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu serta masuk ke dalam lima besar tujuh penyumbang medali bagi Tim Indonesia.

“Saya berharap kinerja yang baik ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan,” ujar Yuyu.

Di balik persembahan prestasi yang telah diraih, KSAU menekankan kembali soal faktor keselamatan pada setiap kegiatan.

“Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa cabang olahraga dirgantara memiliki risiko cukup tinggi. Kesalahan sekecil apa pun yang dilakukan atlet, baik dalam pemeliharaan maupun prosedur operasional, dapat berakibat fatal bagi dirinya dan orang lain,” tutur Marsekal Yuyu.

Oleh karena itu, pada kesempatan Musyawarah Nasional ini, saya menekankan kepada seluruh pengurus dan atlet FASI untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam berlatih dan menggapai prestasi.

Pada Munas FASI ke-11 yang akan diselenggarakan selama dua hari ini, telah disiapkan beberapa agenda yang diharapkan dapat memaksimalkan kinerja anggota dan pengurus FASI.

Beberapa hal yang ditekankan KSAU adalah. Pertama, evaluasi kegiatan FASI selama periode kepengurusan berjalan. Gali dan temukan kendala-kendala yang menghambat kemajuan olahraga dirgantara selama ini.

Kedua, rencana kegiatan FASI pada periode empat tahun ke depan. Terkait rencana, KSAU memiliki visi bahwa olahraga dirgantara tidak menjadi olahraga eksklusif. Sebaliknya, olahraga dirgantara ini dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Untuk itu, diperlukan perencanaan yang matang sekaligus upaya yang konkret untuk melaksanakan sosialisasi dan turnamen secara bertahap, berlanjut, dan berkesinambungan.

Ketiga, peninjauan kembali AD/ART karena tidak bersifat statis dan rigid, melainkan fleksibel dan adaptif. Jika ada hal-hal di dalam AD/ART yang belum sempurna, perlu diadakan revisi, amandemen, atau penambahan suplemen untuk terus menyempurnakan AD/ART.



Komentar