KOMUNITAS

1.200 Atlet Menembak Ikuti Kejurnas Piala Panglima TNI

Rabu, 30 Oktober 2019 15:42
Penulis : Beny Adrian
1.200 Atlet Menembak Ikuti Kejurnas Piala Panglima TNI

Kejuaraan Nasional Menembak Piala Panglima TNI. Sumber: Dispen Kostrad

Angkasa.news – Sebanyak 1.200 atlet menembak dari seluruh Indonesia, mengikuti Kejurnas Piala Panglima TNI.

Peserta berasal dari 15 Pengurus Provinsi Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) serta 30 Shooting Club dari seluruh Indonesia.

Kejuaraan Nasional Menembak Piala Panglima TNI (Panglima TNI Shooting Championship) tahun 2019, berlangsung dari 30 Oktober hingga 3 November 2019.

Kejurnas Menembak Panglima TNI Shooting Championship 2019 dibuka Kasum TNI selaku Ketua Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) Letjen TNI Joni Supriyanto di lapangan tembak  Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/10).

Kejurnas Menembak Piala Panglima TNI dilaksanakan di tiga tempat berbeda, yaitu Lapangan Tembak Senayan, Lapangan Tembak Mabes TNI Cilangkap, dan Lapangan Tembak Cikupa Denarhanud 003 Kodam Jaya.

Cabang yang dipertandingkan adalah menembak sesuai dengan materi International Shooting Sport Federation (ISSF), menembak Pistol Presisi & Eksekutif, Senapan jarak 300 dan 600 meter serta Air Rifle Metal Silhouette.

Kasum TNI saat membuka Kejurnas mengatakan, Kejurnas ini merupakan ajang kualifikasi Minimum Qualifications Score (MQS) PON XX/2020 yang akan digelar di Papua pada September 2020 sekaligus ajang promosi atlet Pelatnas Sea Games XXX tahun 2019 di Filipina.

Kepada Pengurus Menembak di daerah, Kasum TNI berharap dapat bekerjasama dengan seluruh satuan TNI dan Polri yang telah memiliki fasilitas latihan lapangan tembak.

“Hal ini untuk mempermudah melaksanakan latihan, kita akan mudah dalam mencari bibit atlet menembak yang akan dibina menjadi atlet menembak professional,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum Perbakin ini mengatakan bahwa ke depan pelatih dan wasit menembak akan diberikan penataran untuk mendapatkan sertifikasi yang diakui internasional.

“TNI selalu menjadi juara umum dalam kejuaraan menembak versi militer di tingkat internasional, namun ternyata masih banyak pelatih dan wasit kita yang belum memiliki sertifikasi,” ucapnya.

“Saya berterima kasih kepada KSAD, KSAL, KSAU, dan Kapolri serta instansi lain yang telah mengijinkan anggotanya berpartisipasi dalam setiap event kejuaraan menembak,” tutupnya.



Komentar