HOT NEWS

Viral, Kapal Induk AS USS Ronald Reagan Dikerubuti Kapal Perang China di LCS: Baru Dugaan

Senin, 30 September 2019 10:00
Penulis : Beny Adrian
Viral, Kapal Induk AS USS Ronald Reagan Dikerubuti Kapal Perang China di LCS: Baru Dugaan

USS Ronald Reagan. Sumber: @duandang

Angkasa.news –  Netizen China pengguna aplikasi Weibo dengan akun @zhezhongzhihuizhang, mengunggah sebuah foto satelit yang membuat dunia heboh.

Dalam foto satelit yang ia unggah, terlihat kapal induk Amerika Serikat USS Ronald Reagan dikerubuti oleh setidaknya tujuh kapal perang China. Kejadian ini diduga pada 24 September 2019 seperti dikutip sputniknews.

Foto yang dalam sekejap tersebar di media sosial itu juga menunjukkan bahwa USS Ronald Reagan berlayar sendirian, sesuatu yang sulit dipercaya. 

Dalam pelayarannya, kapal induk selalu bergerak dalam sebuah gugus tempur yang diikuti kapal perang lain seperti destroyer, frigat, dan kapal selam. Kejadian ini terekam satelit di timur laut Kepulauan Spratly di Laut China Selatan.

Sudah menjadi pengetahuan umum, Angkatan Laut AS secara teratur melakukan apa yang disebut kebebasan operasi navigasi (freedom of navigation operations) di perairan yang disengketakan di Laut China Selatan, yang saat ini sebagian besar dikuasai Beijing.

Namun pelayaran ini banyak yang mengutuk sebagai provokasi dan menyerukan Washington menghentikannya.

Juru bicara Armada ke-7 AS menolak mengonfirmasi, apakah insiden itu benar-benar terjadi. Hanya mengatakan bahwa kapal induk itu melakukan operasi rutin.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan China tidak membenarkan atau membantah bahwa kapal perang AS telah dikepung. Ia mencatat ketika menanggapi pertanyaan tentang publikasi mereka bahwa USS Ronald Reagan dikirim ke wilayah itu untuk “melenturkan otot dan meningkatkan militerisasi regional”.

“Kami menentang keras hal itu. Kami mendesak pihak AS menghormati masalah keamanan negara-negara di kawasan itu dan memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,” ungkap juru bicara.

Pelayaran kapal induk AS ke perairan yang disengketakan di Laut China Selatan terjadi hanya beberapa minggu sebelum perayaan ulang tahun ke 70 Partai Komunis China.

AS, terkadang bekerja sama dengan sekutunya, mengirim kapal perang pada apa yang disebut operasi navigasi bebas, mengklaim melindungi rute-rute vital maritim, yang saat ini dikendalikan China, meskipun beberapa negara regional lain mengklaim kedaulatan atas berbagai pulau di Laut China Selatan.

Beijing telah berulang kali mengecam operasi Amerika ini sebagai provokasi dan memperingatkan Washington agar tidak meningkatkan situasi di kawasan itu dengan tindakan cerobohnya.

Brunei, China, Taiwan, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam mempertaruhkan klaim mereka ke bagian Laut China Selatan, yang dilaporkan mengandung cadangan bahan bakar fosil yang kaya dan menjadi rute laut penting.

Mayoritas wilayah ini dikendalikan oleh Beijing, yang telah meningkatkan kehadiran militernya termasuk membuat pulau buatan dan membangun instalasi militer.

China menegaskan bahwa semua pengerahan kekuatan militer itu murni defensif.



Komentar