HOT NEWS

Terlalu Mahal untuk Dibeli, Rusia Tawarkan Tukar Pesawat Tempur Malaysia dengan yang Baru

Minggu, 01 Desember 2019 19:28
Penulis : Beny Adrian
Terlalu Mahal untuk Dibeli, Rusia Tawarkan Tukar Pesawat Tempur Malaysia dengan yang Baru

Sukhoi Su-30MKM milik Malaysia. Sumber: US Navy

Angkasa.news – Menjadi pilihan yang menarik dari sisi bisnis dan operasional, Angkatan Udara Malaysia menerima tawaran dari Rusia untuk menukar sebagian armada pesawat tempurnya dengan versi terbaru.

Tawaran ini dibenarkan oleh Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu saat menyampaikannya kepada parlemen seperti dikutip janes.com.

Sabu mengatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan tawaran Moskow. Ia mengindikasikan bahwa prioritas Angkatan Udara Malaysia saat ini adalah pengadaan pesawat surveillance dan serang ringan.

Dia juga mengindikasikan bahwa Malaysia tidak akan secara realistis mempertimbangkan untuk membeli pesawat tempur multirole baru sampai setelah 2030.

Angkatan Udara Malaysia saat ini mengoperasikan sekitar 18 pesawat tempur Sukhoi Su-30MKM Flanker yang diterima sejak 2007.

Malaysia juga baru saja memensiunkan 10 pesawat MiG-29 Fulcrum yang dioperasikan sejak pertengahan 1990-an.

Di parlemen, Sabu ditanya apakah Malaysia bersedia menerima tawaran pemerintah Rusia untuk mengambil kembali 28 jet dan menggantinya dengan pesawat baru buatan Rusia.

Tawaran ini dilaporkan mencakup pesawat tempur terbaru yang tengah digadang-gadang Rusia yaitu Su-35 dan MiG-35.

Dalam kesepakatan ini kemungkinan akan terdiri atas imbal dagang kelapa sawit Malaysia.

Kepada parlemen, Sabu menjawab bahwa meskipun akuisisi pesawat tempur multirole tidak ada dalam rencana Kementerian Pertahanan, hal itu masih menjadi penelitian pemerintah Rusia.

Sabu menambahkan bahwa sejalan dengan program modernisasi jangka panjang Angkatan Udara Malaysia, pihaknya akan terus memprioritaskan mempertahankan armada Su-30MKM dan delapan Boeing F/A-18 Hornet yang diperoleh akhir 1990-an. Prioritas ini akan berlanjut hingga 2030.

Sabu menambahkan bahwa prioritas pengadaan jangka pendek untuk Angkatan Udara Malaysia termasuk pesawat patroli maritim (MPA), UAV MALE, dan pesawat tempur ringan-latih utama (LCA/FLIT).



Komentar