HOT NEWS

Sepekan Rusuh, Sudah 11 Warga Dilaporkan Tewas di Penjuru AS

Rabu, 03 Juni 2020 12:42
Penulis : Beny Adrian
Sepekan Rusuh, Sudah 11 Warga Dilaporkan Tewas di Penjuru AS

Kerusuhan di Amerika Serikat. Sumber: cnnindonesia.com

Angkasa.news – Sudah sepekan demonstrasi yang berujung kerusuhan pecah di Amerika Serikat, dilaporkan setidaknya sebelas orang tewas.


Kerusuhan terjadi di sejumlah negara bagian di AS setelah tewasnya seorang pria kulit hitam tak bersenjata George Floyd karena mendapat perlakuan keras dari apparat kepolisian Minneapolis, Minnesota.

Dilaporkan bahwa korban meninggal di antaranya berasal dari Chicago (Illinois), Detroit (Michigan), Omaha (Nebraska), Davenport (Iowa), Oakland (California) dan Louisville (Kentucky). 

Kebanyakan dari mereka orang Amerika keturunan Afrika.

Di Oakland, seorang pria kulit hitam Dave Patrick Underwood (53), petugas Layanan Perlindungan Federal, ditembak mati dan seorang petugas lainnya terluka parah. 

Di Omaha, seorang pria kulit hitam berusia 22 tahun James Scurlock terbunuh, ketika ia dan sekelompok orang lainnya memukuli seorang pria kulit putih. Pria itu berhasil melepaskan tembakan dan membunuhnya.

Disebutkan bahwa ratusan orang terluka di penjuru AS, tetapi jumlah pasti belum dihitung.

Protes massal dan kerusuhan berkobar di banyak negara bagian AS setelah kematian George Floyd di Minneapolis, Minnesota. 

Polisi kulit putih menggunakan taktik lutut-ke-leher (knee-to-neck tactic) saat menahan Floyd pada 25 Mei, yang membuatnya sulit bernapas. Floyd ditindak karena dicurigai menggunakan uang kertas palsu. 

Pria itu meninggal di rumah sakit setempat tak lama setelah itu. Pada 26 Mei, empat polisi dipecat dan satu dari mereka ditahan dan didakwa melakukan pembunuhan yang tidak direncanakan.

Menurut AP, selama beberapa hari terakhir hampir 4.400 orang ditahan di AS dalam protes dan kerusuhan. 

Mereka dituduh menjarah, melanggar jam malam dan memblokir jalan. Jam malam diberlakukan di 40 kota AS, termasuk Washington DC, Los Angeles, dan New York.

Jejak kerusuhan rasial di AS sangat panjang jika ingin diungkap. Berkali-kali sejak Amerika sebagai sebuah bangsa berdiri, mengalami kerusuhan rasial yang melibatkan warga keturuna Afrika.

Kerusuhan ini telah memantik ketegangan politik di AS antara Presiden Donald Trump dan rivalnya. Kerusuhan ini juga akan memperburuk situasi pandemi Covid-19 di AS. 

Karena kerusuhan yang terjadi begitu luas, Pentagon akhirnya mengerahkan pasukan Garda Nasional untuk membantu aparat kepolisian mengurai kerumunan massa.  



Komentar