HOT NEWS

Sangat Membanggakan, Capt Esther Berbagi di Depan Tim Virgin Galactic yang Kesohor

Jumat, 07 Juni 2019 10:00
Penulis : Beny Adrian
Sangat Membanggakan, Capt Esther Berbagi di Depan Tim Virgin Galactic yang Kesohor

Captain Esther Gayatri Saleh dalam forum berbagi bersama tim Virgin Galactic. Foto: Virgin Galactic

Angkasa.news - Bak kata pepatah lama, diam itu emas. Ungkapan itulah yang paling pantas untuk melukiskan secara sederhana sosok Captain Esther Gayatri Saleh, Kepala Pilot Uji PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Dalam kesunyian PT DI yang tidak lagi seglamor puluhan tahun lalu, Capt. Esther tekun membidani kelahiran pesawat N219. Tentu saja bersama tim yang solid, Esther berhasil menerbangkan prototipe N219 twin-turboprop untuk pertama kalinya pada 16 Agustus 2017 di Bandung.

Terlihat jelas bahwa wanita kelahiran Palembang, 3 September 1962 ini sangat bangga dengan apa yang dilakukannya. Karena ia tahu persis, tidak semua penerbang bisa dan pernah menerbangkan pesawat protitpe untuk pertama kalinya.

First flight of prototype aircraft itu sangat jarang, dan itu mendapat perhatian sangat tinggi dari dunia,” aku Esther kepada angkasa.news pada tahun 2017.

Saat itu Esther diterima sebagai anggota baru Society of Experimental Test Pilot (SETP) dari komunitas kelas dunia.

Penghargan yang ia terima di The Grand Californian Hotel, Anaheim, Kalifornia pada 20-23 September 2017 itu karena satu pesawat yang diterbangkannya: prototipe N219.

Dijelaskan Esther, seseorang boleh saja menjadi experimental test pilot akan tetapi bisa saja tidak pernah menerbangkan prototype aircraft.

Prototype aircraft itu sesuatu yang jarang, umumnya adalah development dari yang certified atau bereksperimen dengan yang sudah certified,” jelasnya. 

Untuk menerbangkan pesawat prototipe, seorang pilot uji harus memiliki sertifikat.

Esther pun sudah berhasil melaksanakan penerbangan perdana prototipe kedua pesawat N219 pada Jumat (21/12/2018). Saat itu ia didampingi Captain Ervan Gustanto sebagai first officer (FO).

Perhatian dunia ternyata belum berhenti, meski selebrasi terhadap N219 di tanah air biasa-biasa saja.

Kepada angkasa.news, Esther mengatakan bahwa ia kembali mendapat undangan spesial dari perusahaan pembuat pesawat ruang angkasa Virgin Galactic.

Perusahaan yang didirikan Richard Branson ini memang dikenal aktif dalam pengembangan science bidang ruang angkasa.

“Pagi ini I am starting my trip to the US, duty from the company and fullfil the invitation from VIRGIN GALACTIC at mojave california to share my experience as prototype test pilot N219 and chief test pilot of Indonesian aerospace,” tulis Esther melalui aplikasi pesan singkat WA (whatsapp) pada Sabtu, 1 Juni 2019.

The only woman chief test pilot in Indonesia and later found out in Asia, I am humbled and honored to be invited from a prestigious aerospace company that build the VSS Unity into orbit,” tulisnya lagi saat dalam perjalanan dari Bandung ke Bandara Soekarno Hatta.

Sabtu siang itu Esther memenuhi undangan untuk datang ke markas Virgin Galactic di Mojave Space Port, Kalifornia. Ia menerima undangan dari Capt. Todd Ericson, Presiden SETP yang tak lain dari Chief Test Pilot dan VP Safety Virgin Galactic.

Perusahaan kedirgantaraan Virgin Galactic yang dimiliki Sir Richard Branson itu mengundangnya untuk hadir dalam lunch and learn series yang diadakan perusahaannya.

Melalui undangannya, Todd mengharapkan kehadiran Esther untuk bisa berbagi pengalaman di hadapan timnya guna menceritakan kesuksesannya menerbangkan prototipe N219, yang menurut Todd akan sangat memotivasi dan mendidik timnya. Sharing forum ini dilaksanakan pada 5 Juni 2019.

Tak lama setelah berbicara di depan tim Virgin Galactic, Esther pun dengan gembira menyampaikan kabar gembira itu.

“Saya tadi berbicara selama 40 menit, dan thank God semua berjalan lancar,” aku Esther. Kepada tim hebat yang melahirkan VSS Unity itu, Esther menceritakan perjalanan kariernya.

“Saya sampaikan perjalanan karier saya sampai dg sekarang ditunjuk sbg chief test pilot perempuan krn memenuhi kriteria dan berhasil menerbangkan prototype aircraft PD1 dan PD2,” ulas Esther lagi.

Tak lupa Esther berbagi tentang semua tantangan, hambatan, dan kesulitan yang dihadapinya.

Banyak hal yang disampaikan Esther kepada tim Virgin Galactic. Yang intinya jika disimpulkan adalah bagaimana mengatasi semuanya itu.

Are you part of the problem or are you part of Solution. Serve one another, if we serve one another we accelerate the problem solving. Focus not the problem but focus on what is the solution OPTION,” tulisnya lagi penuh semangat.

Sayang sekali pada hari presentasinya itu, Capt Esther tidak bisa bertemu Richard Branson yang sangat kesohor itu. Sang tokoh ternyata sedang berlibur di Bali.

Pada kesempatan yang sangat berharga itu, Esther tidak lupa memberikan undangan kepada tim Virgin Galactic untuk bertandang ke PTDI di Bandung.

“Secara komunitas saya undang, adalah baik mereka juga tahu perkembangan pabrik pesawat di belahan bumi Selatan juga maju. Dan tahu Indonesia utk teknologi dirgantara sudah maju juga,” urai Capt Esther Gayatri Saleh lagi.

Bumi pertiwi bangga kepada mu Capt Esther.



Komentar