HOT NEWS

Pecah Telur, Letda Pnb Ajeng Tresna Jadi Penerbang Tempur Perempuan Pertama TNI AU

Senin, 18 Mei 2020 14:43
Penulis : Beny Adrian
Pecah Telur, Letda Pnb Ajeng Tresna Jadi Penerbang Tempur Perempuan Pertama TNI AU

Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti. Sumber: TNI AU

Angkasa.news – KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna akan mengakhiri masa kedinasan aktifnya di TNI AU sebentar lagi. Kepala Staf TNI AU ke 22 ini lahir di Bandung pada 10 Juni 1962, sehingga tidak sampai sebulan lagi, Marsekal Yuyu akan memasuki masa pensiunan.


Banyak “kado” akan didapat Yuyu, yang salah satunya menjadi kado terindah. 

Yaitu dengan dilantiknya Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti, S Tr (Han) menjadi penerbang TNI AU bersama 41 perwira Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke-97. 

Pelantikan dipimpin langsung oleh KSAU dan berlangsung di Auditorium IG. Dewanto, Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/5).

Letda Ajeng yang tercatat sebagai anggota Paskibraka Nasional 2011 ini memang bukan lulusan terbaik. Terpilih sebagai siswa terbaik Sekbang Angkatan 97 adalah Letda Pnb Ravi Rahmat, S.Tr. (Han) dari Payakumbuh untuk jurusan fix wing.

Sementara Letda Pnb Sandro Imeldo S.Tr. (Han) dari Pekanbaru untuk jurusan rotary wing.

Namun menjadi spesial karena Letda Ajeng terpilih menjadi penerbang tempur dan akan bergabung dengan Skadron udara 15 di Lanud Iswahyudi. Skadron ini mengoperasikan pesawat T-50i Golden Eagle buatan Korea Selatan. 

Dengan dilantiknya Ajeng menjadi penerbang, menambah daftar anggota Wara (Wanita Angkatan Udara) yang berhak menyandang korps penerbang. 

Dari data angkasa.news, Ajeng bukanlah perempuan satu-satunya di Sekbang Angkatan 97. Dua nama lagi adalah Letda Diara dan Letda Evelin yang masuk jurusan Sekolah Navigator. 

Ketiga alumni AAU 2018 meneruskan seniornya yang lebih dulu menjadi penerbang. Yaitu Letda Pnb Mega Koftiana dan Letda Pnb Anisa Amalia Oktavia.

Marsekal Yuyu Sutisna sendiri berkali-kali dalam banyak kesempatan, menyampaikan keinginan TNI AU untuk memiliki penerbang tempur perempuan. 

Keinginan yang tidak berlebihan karena semua negara tetangga Indonesia khususnya, sudah jauh-jauh hari memiliki penerbang tempur perempuan.

Terakhir kali niatan ini itu disampaikan Yuyu meluncurkan secar resmi trailer dan poster film Serigala Langit di hangar Skadron Udara 45, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta (5/3).

“Sasaran kami ke depan ada perempuan menjadi penerbang tempur. Permasalahannya persyaratannya sangat tinggi dan tidak bisa dipaksakan, kalau tidak memenuhi syarat tidak dipaksakan, namun kita menginginkan suatu waktu nanti ada penerbang tempur perempuan," ucap Marsekal Yuyu di depan podium.

Dengan pelantikan ini, resmi sudah Letda Pnb Ajeng kelahiran kelahiran Jakarta, 25 September 1995 ini menjadi penerbang tempur perempuan pertama dalam sejarah TNI AU.

Sesegera mungkin putri pasangan Kolonel Sus Prayitno dan Wiwi Sundari ini akan bergabung di Skadron 15 untuk mengikuti Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Tempur (KPTPT) sebelum menjalani masa transisi. 

Tahapan masih panjang yang harus dilalui Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti sampai akhirnya bisa menjalani terbang solo. 

Bukankah ini kado terindah untuk KSAU?



Komentar