HOT NEWS

Pasukan Bela Diri Jepang Bakal Pakai Senapan Howa Type 20 untuk Jaga Kawasan Selatan

Jumat, 22 Mei 2020 10:00
Penulis : Remi
Pasukan Bela Diri Jepang Bakal Pakai Senapan Howa Type 20 untuk Jaga Kawasan Selatan

Sumber: Handout

Angkasa.news - Pasukan Bela Diri Darat Jepang telah dilengkapi dengan senapan serbu Howa Type 20 baru yang dirancang agar lebih tahan terhadap korosi serta mampu beroperasi dengan baik setelah terpapar air laut dan kontaminan lainnya, seperti pasir dan debu.

Setelah senapan serbu Howa Type 20 diluncurkan oleh Kementerian Pertahanan, media Jepang melaporkan bahwa senjata itu dirancang khusus untuk digunakan dalam operasi amfibi di prefektur selatan Okinawa.

Salah satu wilayah di kawasan itu adalah kepulauan Senkaku yang juga diklaim oleh Tiongkok. Oleh Tiongkok, kepulauan itu disebut sebagai Kepulauan Diaoyu.


Garren Mulloy, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Daito Bunka Jepang mengatakan, kabarnya senapan itu dirancang semata-mata untuk satu lokasi geografis dan telah diuji dalam beberapa skenario medan perang.

"Asumsi yang jelas adalah bahwa Jepang berencana untuk melakukan lebih banyak operasi amfibi," kata Mulloy. 

Menurut Kementerian Pertahanan, senapan serbu Howa Type 20 akan menggantikan senjata yang sama namun dengan varian konvensional yang telah digunakan sejak 1989. 

"Senjata ini akan terbukti di medan salju Hokkaido, kelembaban Okinawa dan mereka akan membawanya ke lingkungan gurun di Amerika Serikat untuk memastikan bahwa senjata itu beroperasi dengan baik dalam situasi apa pun," kata Mulloy.

Senapan serbu Howa Type 20 diproduksi oleh Howa Machinery, yang berbasis di Prefektur Aichi di Jepang tengah.

Perusahaan ini mengalahkan produsen lain, baik domestik maupun asing, berdasarkan kinerja dan harganya.

Senjata itu memiliki kaliber 5,56 mm, dengan panjang keseluruhan 78 cm dan berat 3,5 kg. Setiap senapan akan menelan biaya 280.000 yen (sekitar Rp30 juta).

Kementerian Pertahanan Jepang telah berkomitmen untuk membeli 3.000 senjata tahun ini, dengan total biaya sekitar 900 juta yen.



Komentar