HOT NEWS

Marsma Fajar "Red Wolf" Adriyanto yang Memburu Hornet di Bawean, Jabat Kadispenau ke-32

Rabu, 15 Mei 2019 09:30
Penulis : Beny Adrian
Marsma Fajar

Marsma TNI Fajar Adriyanto (kiri) dan Marsma TNI Novyan Samyoga. Sumber : Bayu Trisna/ angkasa.news

Angkasa.news - Suasana suka cita menyambangi semua hadirin saat dilaksanakannya acara pisah sambut Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) dengan wartawan. Acara berlangsung Senin (13/5/2019) di Klub Eksekutif Persada, Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pagi harinya, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna telah melantik Marsma TNI Fajar Adriyanto M.Si (Han) sebagai Kadispenau menggantikan Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga. Upacara berlangsung di Auditorium IG. Dewanto Denma Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur.

Marsma Samyoga yang merupakan penerbang generasi pertama BAe Hawk 109/209 ini selanjutnya menjabat sebagai Wadanjen Akademi TNI.

“Saya lulus Sekbang nomor 2, saya pikir masuk F-16, ternyata tidak. Terbaik 1 dan 3 masuk F-16, sedangkan terbaik 2 dan 4 masuk ke Hawk, begitulah jalannya,” ungkap Samyoga kepada angkasa.news. 

Saat melaksanakan transisi di pesawat tempur Hawk, Samyoga langsung dipegang oleh instruktur dari Inggris. 

Belasan wartawan Ibukota hadir pada acara pisah sambut dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah. Baik Marsma Samyoga maupun Marsma Fajar, dikenal dekat dengan kalangan media. Kedua penerbang tempur ini sangat tahu apa yang dibutuhkan wartawan dalam menjalankan tugasnya.

Pada 13 Desember 2018, Marsma Samyoga mengajak belasan wartawan Ibukota melaksanakan press tour ke Lanud Manuhua di Biak, dimana komandan lanudnya adalah Marsma Fajar. Terakhir pada 19 Maret 2019, lagi-lagi wartawan Ibukota diboyong ke Lanud Adi Sucipto di Yogyakarta.

Tidak hanya melihat langsung persiapan tim erobatik Jupiter yang akan tampil di airshow Lima Langkawi, Malaysia, tapi KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna pun hadir mendampingi para awak media. Sungguh kemewahan yang diberikan TNI AU kepada awak media dengan menyediakan sumber berita yang melimpah.

Marsma Fajar Adriyanto yang menjabat Kadispenau ke-32 ini, adalah penerbang pesawat tempur F-16 Fighting Falcon di Skadron Udara 3. Ia mencapai puncak kariernya sebagai penerbang dengan menjadi komandan skadron.

Alumni AAU 1992 ini dikenal luas setelah dua pesawat tempur F-16 TNI AU mencegat pesawat tempur F/A-18 Hornet Amerika Serikat yang terbang tanpa izin di atas wilayah udara Bawean tahun 2003.

Menjadi penerbang F-16, Fajar juga punya cerita tersendiri. “Saya lulusan Sekbang pertama yang langsung masuk ke F-16, hanya saya sendiri, jadi saya uji coba. Pak Rodi (komandan Skadron 3) bilang ke saya, kalau kamu gagal maka adik-adikmu juga akan gagal, kamu percontohan jadi harus bisa,” urai Fajar menceritakan pengalamannya.

Di kalangan media, mantan Komandan Skadron Udara 3 (markas pesawat tempur F-16) ini dikenal dekat dengan wartawan. Fajar sebelumnya pernah menjabat sebagai Kasubdispenum Dispenau, sehingga jabatan Kadispenau baginya bukanlah hal baru.

Sebelum dilantik sebagai Kadispenau, Fajar adalah Komandan Lanud Manuhua, Biak, Papua.

Selamat bertugas Red Wolf.



Komentar