HOT NEWS

Manuver Maut Marsda (Pur) Syah Alam Damanik Bikin Kapok Pilot Javelin Inggris Kejar Tu-16

Minggu, 23 Februari 2020 10:52
Penulis : Beny Adrian
Manuver Maut Marsda (Pur) Syah Alam Damanik Bikin Kapok Pilot Javelin Inggris Kejar Tu-16

Pesawat pembom Tu-16 yang dioperasikan AURI. Sumber: id.pinterest.com

Angkasa.news - Lebih tepat di masa Operasi Dwikora lah awak pesawat pembom strategis Tu-16 Badger yang dimiliki AURI merasakan ketangguhan sesungguhnya dari pembom buatan Uni Soviet yang mereka operasikan.

Di tahun 1964 itu, berkali-kali pesawat ini dikejar pesawat tempur Inggris. Rupanya Inggris menyadap percakapan AURI di Lanud Polonia Medan dari Butterworth, Penang.

“Mereka tahu kalau kami akan meluncur,” ujar Marsda (Pur) Syah Alam Damanik, penerbang Tu-16 yang sering mondar-mandir di Selat Malaka beberapa tahun silam kepada Angkasa.

Damanik menuturkan pengalamannya di kejar Javelin pada 1964. Damanik terbang dengan kopilot Sartomo, navigator Gani dan Ketut dalam misi kampanye Dwikora.

Pesawat diarahkan ke Kuala Lumpur, atas saran Gani. Tidak lama kemudian, dua mil dari pantai, Penang (Butterworth) sudah terlihat. Mendadak, salah seorang awak melaporkan bahwa dua pesawat Inggris take off dari Penang.

Damanik tahu apa yang harus dilakukan. Dia berbelok menghindar. “Celaka, begitu belok, nggak tahunya mereka sudah di kanan-kiri sayap. Cepat sekali mereka sampai,” pikir Damanik. Javelin itu rupanya berusaha menggiring Tu-16 untuk mendarat ke wilayah Singapura atau Malaysia (forced down).

Dalam situasi tegang itu, “Saya perintahkan semua awak siaga. Pokoknya, begitu melihat ada semburan api dari sayap mereka (menembak), kalian langsung balas,” perintahnya.

Perhitungan Damanik, paling tidak sama-sama jatuh. Anggota Wara (wanita AURI) yang ikut dalam misi, ketakutan. Wajah mereka pucat pasi.

Dalam keadaan serba tak menentu, Damanik berpikir cepat. Pesawat ditukikkannya untuk menghindari kejaran Javelin. Mendadak sekali. “Tapi Javelin masih nempel. Bahkan sampai pesawat saya bergetar cukup keras, karena kecepatannya melebihi batas (di atas Mach 1).”

Dalam kondisi high speed, sekali lagi Damanik menunjukkan kehebatannya. Ketinggian pesawat ditambah secara mendadak. Pilot Javelin yang tidak menduga manuver itu, kebablasan. Sambil bersembunyi di balik awan yang menggumpal, Damanik membuat heading ke Medan.

Segenap awak bersorak kegirangan. Tapi kasihan yang di ekor (tail gunner). Mereka berteriak ternyata bukan kegirangan, tapi karena kena tekanan G yang cukup besar saat pesawat menanjak.

Akibat manuver yang begitu ketat saat kejar-kejaran, perangkat radar Tu-16 jadi ngadat.

“Mungkin saya terlalu kasar naiknya. Tapi nggak apa-apa, daripada dipaksa mendarat oleh Inggris,” ujar Damanik mengenang peristiwa yang melibatkan pembom strategis Tu-16 Badger milik AURI (sekarang TNI AU).

Di tahun 1960-an, AURI mengoperasikan 12 Tu-16 versi bomber (Badger A) di Skadron 41 dan 12 Tu-16 KS-1 (Badger B) di Skadron 42 Wing 003 Lanud Iswahyudi.

Versi ini mampu membawa sepasang rudal antikapal permukaan KS-1 (AS-1 Kennel). Rudal inilah yang ditakuti Belanda.

Dipercaya hantaman enam Kennel yang diluncurkan dari Tu-16 akan menenggelamkan kapal induk Karel Doorman milik Belanda ke dasar samudera. 



Komentar



Sign Up for Our Newsletters
Get awesome content in your inbox every week.