HOT NEWS

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo Tinjau Langsung Hari Pertama Latihan Jalak Sakti 2020

Senin, 07 September 2020 20:25
Penulis : Beny Adrian
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo Tinjau Langsung Hari Pertama Latihan Jalak Sakti 2020

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Sumber: beny adrian/ angkasa.news

Angkasa.News - Pesawat tempur TNI AU dari Skadron Udara 12 dan 16, silih berganti lepas landas tak lama setelah pesawat B737-400 A-7307 TNI AU yang membawa KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (7/9).


Ada apa gerangan, sampai begitu banyak pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan Hawk 109/209 lepas landas pagi ini dari Lanud Roesmin Nurjadin?

Inilah hari pertama dimulainya manuver lapangan latihan puncak Koopsau I dengan sandi Jalak Sakti 2020.

Latihan inilah yang kiranya ditinjau KSAU dari pagi hingga siang ini di kawasan Pekanbaru. Selama peninjauannya, KSAU didampingi Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka dan Asops KSAU Marsda TNI Henri Alfiandi serta pejabat lainnya.

Seperti disampaikan Panglima Koopsau I Marsda TNI Tri Bowo Budi, latihan Jalak Sakti 2020 diikuti oleh 690 prajurit TNI AU.

Menurutnya, latihan dilaksanakan di dua tempat. Yaitu di Pekanbaru dan Banda Aceh. Di Pekanbaru sendiri, latihan dilaksanakan AWR (Air Weapon Range) Siabu yang berada di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Latihan gabungan ini melibatkan berbagai jenis alutsista dari berbagai satuan operasi di bawah Koopsau I.

Dalam manuver udara hari ini yang disaksikan Marsekal Fadjar, diikuti oleh total 12 pesawat tempur dan satu pesawat intai Boeing B737-200 Surveillance dari Skadron Udara 5.

Pesawat tempur yang terlibat dalam Latihan Jalak Sakti 2020 berasal dari Skadron Udara 16 dan Skadron 12 di Pekanbaru, Skadron 1 dari Lanud Supadio di Pontianak, dan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi di Madiun.

Turut terlibat dan tentu saja, Satuan Radar 232 di Dumai dan Satrad 234 di Sibolga dengan menggunakan radar GCI (Ground-Controlled Interception).

Dalam sebuah operasi udara, pesawat tempur tidak bisa bergerak sendirian menuju sasaran tanpa bantuan radar. Disinilah peran GCI dalam menuntun pesawat tempur teman melakukan intersepsi, pengusiran atau memaksa mendarat bahkan menghancurkan pesawat musuh.

Sebelum meninjau AWR Siabu dari udara, KSAU Marsekal Fadjar melihat dan menerima penjelasan skenario latihan di fasilitas ACMI (Air Combat Maneuvering Instrumentation) yang juga berada di lingkungan Lanud Roesmin Nurjadin.

Di ACMI ini bisa dilihat pergerakan pesawat saat bermanuver mencegat dan menghancurkan musuh di udara. Disimulasikan ada tiga pesawat musuh yang mencoba mengganggu operasi penyerangan namun keseluruhannya berhasil ditangani dengan baik.

Dalam latihan Jalak Sakti 2020, kesemua pesawat tempur memainkan peran sebagai striker dan sweeper.
Sweeper bertugas membersihkan ancaman dan potensi sehingga striker bisa menghancurkan sasaran yang disimulasikan di AWR Siabu.

Skadron 1 dengan callsign “Elang Flight” menurunkan pesawat Hawk 109/202 sebagai striker.

Skadron 12 dengan callsign “Panther Flight” juga menurunkan pesawat Hawk 109/209 sebagai striker. Sedangan Skadron 16 dengan callsign “Rydder Flight”, mengerahkan pesawat F-16 sebagai striker dan sweeper.

Pelaksanaan latihan Jalak Sakti 2020 direlay secara langsung oleh pesawat B737 Skadron 5 dengan callsign Camar Flight dari AWR Siabu. Pesawat beroperasi dari ketinggian 11.000 kaki.

Pada saat Jam J, terlihat jelas tiga sasaran darat yang disiapkan di AWR Siabu berhasil dihancurkan oleh unsur penyerang menggunakan bom Mk-81 dan Mk-12. Bom dirilis dari ketinggian 3.000 kaki.

Secara umum latihan dijalankan pada rentang ketinggian (block altitude) dari permukaan (surface) hingga 24.000 kaki.

Tiga target yang disiapkan di AWR Siabu dengan azimuth utara selatan memiliki panjang 875 meter dan lebar 35 meter.

AWR Siabu yang sudah berdiri sejak awal 1990-an ini berada di Kabupaten Kampar. Sejak 2015, AWR Siabu ditingkatkan statusnya menjadi Detasemen TNI AU Siabu melalui peraturan KSAU tahun 2015. Saat ini Siabu menggunakan lahan sekitar 10,5 hektar.

Usai menyaksikan manuver udara melalui ACMI dan relay langsung pesawat B737 dari Siabu, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melakukan peninjauan langsung ke AWR Siabu menggunakan helikopter EC725 Caracal.

Kepada para peserta latihan Jalak Sakti 2020, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo menyatakan puas dengan hasil latihan hari ini. Karena ketiga sasaran yang disiapkan berhasil dihancurkan dengan baik.

Namun demikian, Marsekal Fadjar tetap memberikan penekanan dalam hal pembinaan personel dalam hal ini regenerasi di skadron udara.

“Saya ingin berpesan, tetap harus ada evaluasi, jangan anggap latihan itu sebuah rutinitas. Kalau kita lihat memang seperti itu, sama dari tahun ke tahun, tetapi intinya bukan itu, tetap saja ada yang harus dievaluasi dan turunkan ilmu kepada yunior, berikan kesempatan, berani memberi kesempatan kepada mereka, jangan karena hanya ingin dilihat KSAU maka yang terbang tetap senior dan ilmu tidak turun,” beber Marsekal Fadjar saat ramah tamah.

Selain itu Fadjar juga memberikan penekanan dalam hal regenerasi di skadron udara.

“Siapkan yunior dan atur siapa yang mau sekolah supaya tidak ada leg yang terlalu panjang,” ungkap Fadjar lagi.

Sebelum kembali ke Jakarta, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo tak lupa mengingatkan soal keselamatan terbang. “Utamakan safety untuk kegiatan lanjutannya dan terima kasih atas inovasinya.”



Komentar