HOT NEWS

KSAU Kunker ke Depohar 50: Kehadiran Saya Tidak Bermaksud Menambah Beban Kalian

Selasa, 25 Agustus 2020 21:26
Penulis : Beny Adrian
KSAU Kunker ke Depohar 50: Kehadiran Saya Tidak Bermaksud Menambah Beban Kalian

Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Sumber: beny adrian/angkasa.news

Angkasa.News - Secara khusus hari ini, Selasa (25/8), KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melakukan kunjungan kerja ke Depo Pemeliharaan 50 (Depohar) yang berada di lingkungan Lanud Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah.


Depohar 50 bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat berat semua jenis radar yang dimiliki TNI AU.
Kunjungan ini merupakan bentuk keseriusan TNI AU dalam menangani dan membina kekuatan udara dalam hal ini satuan pemeliharaan radar.

Depohar 50 membawahi lima Sathar (Satuan Pemeliharaan). Yaitu Sathar 51 yang bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat berat peralatan radar Thomson TRS 2215 dan TRS 2230.

Sathar 52 bertugas bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat berat peralatan radar Plessey AWS dan Pelssey AR 325 Commander.

Sathar 53 bertugas melaksanakan pemeliharaan komponen/ card/ module/ unit dan uji fungsi peralatan AUP/ instrument, fabrikasi, genset dan ancillaries peralatan radar.

Sathar 54 bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat berat peralatan radar Master-T.

Sathar 55 bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat berat peralatan radar Non-Surveillance.

Sebelum briefing dan pengarahan disampaikan KSAU, Wadakoharmatau Marsma TNI Toto Miarto menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi Depohar 50. Menurutnya, kendala utama yang dihadapi Depohar 50 adalah belum optimalnya fasilitas sarana pemeliharaan berupa test bench, dukungan suku cadang dan sarana prasarana lainnya.

Kepada KSAU, Marsma Toto menyampaikan bahwa salah satu kesulitan Depohar 50 dalam memelihara alutsista ini adalah beragamnya jenis radar yang dioperasikan TNI AU saat ini. Mulai radar Thomson, Plessey, Master-T, dan Weibel.

“Kita masih gunakan generasi tahun 1980-an, tahun 90-an radar Plessey, dan yang terakhir radar Weibel dan Master-T,” ujarnya. Selain itu, katanya, Depohar 50 juga diberikan tugas dan tanggung jawab memelihara radar lainnya.

Yaitu radar cuaca, radar Smart Hunter, radar Oerlikon, dan radar ATC.

Menerima masukan dari Koharmatau, Marsekal Fadjar Prasetyo justru menyambutnya dengan positif. Bahkan berkali-kali Fadjar mendorong untuk aktif memberikan masukan kepada pimpinan TNI AU, supaya masalah yang muncul bisa diselesaikan dengan lebih baik.

“Kehadiran saya tidak bermaksud menambah beban tapi sebaliknya ingin mendongkrak semangat dan moril prajurit, bahwa peran kalian sangat besar dan berarti dalam menjaga NKRI,” ujar KSAU.

Terkait pengadaan radar, Marsekal Fadjar menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sudah menyampaikan bahwa pemenuhan radar untuk mengkover wilayah Indonesia adalah prioritas utama yang akan segera direalisasikan.

TNI AU sendiri mengajukan pengadaan 34 radar untuk menutup seluruh wilayah Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan pengadaan ini, Kemhan memiliki beberapa skenario.

“Mulai pengadaan bertahap dalam beberapa Renstra hingga pengadaan sekaligus dalam satu Renstra atau kurun waktu 5 tahun. Tergantung kemampuan keuangan negara, namun ada keinginan kuat Kemhan untuk pengadaan radar ini,” jelas Fadjar.

Satu hal menarik yang disampaikan Fadjar adalah, adanya keinginan pemerintah untuk melirik pengadaan radar dari sumber negara tertentu yang selama ini tidak kita ambil.

“Kemhan tengah mencoba pengadaan satu kali sekaligus, tidak seperti selama ini satu per satu dan kadang beda generasi dan beda negara sehingga menimbulkan kesulitan dalam pemeliharaan,” tegas KSAU.

Untuk itu Marsekal Fadjar meminta jajaran di Depohar 50 mengambil langkah antisipasi dalam menghadapi kemungkinan skenario yang akan dipilih pemerintah.

Penting juga disikapi adalah, apakah pengadaan 34 radar ini harus diikuti dengan pembentukan satuan yang mengoperasikannya seperti selama ini dilakukan.

Karena itulah KSAU meminta dilakukan kajian lebih mendalam terkait organisasi dan satuan yang mengoperasikan radar, dengan melihat perkembangan di Kawasan dan dunia secara menyeluruh.

“Radar itu yang tahu kalian, kita mengharapkan kalian untuk mengetahui seluk beluk radar. Sehingga kita tahu bila suatu saat membutuhkan barang baru, kalian bisa memberikan masukan kepada pimpinan sesuai kebutuhan negara kepulauan seperti Indonesia. Beri saya masukan,” ungkap Fadjar.

“Saya akan sering-sering ke sini,” ujar Fadjar menutup arahannya.



Komentar