HOT NEWS

Korea Selatan Rampungkan Retrofit untuk Tiga dari Sembilan Kapal Selam Chang Bogo

Selasa, 05 November 2019 13:30
Penulis : Beny Adrian
Korea Selatan Rampungkan Retrofit untuk Tiga dari Sembilan Kapal Selam Chang Bogo

Kapal selam Lee Eok Gi (SS-071) meninggalkan Jeju Naval Base. Sumber: Yonhap

Angkasa.news - Angkatan Laut Republik Korea (RoKN) menerima kapal selam ketiga Chang Bogo (Type 209/1200) dari pabrikan kapal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME).

Penyerahan kapal selam Chang Bogo kelas Lee Eok Gi ke Angkatan Laut Korea dilakukan pada 31 Oktober 2019 usai menjalani upgrade di DSME.

Kementerian Pertahanan Nasional Korea mengumumkan pada 1 November, kapal selam dengan berat kapal 1.200 ton ini memiliki panjang 56,4 m dan lebar 6,2 m.

Kapal selam serang diesel elektrik yang pertama kali berdinas Desember 2001 ini, telah dilengkapi dengan sistem manajemen pertempuran baru buatan lokal.

Selain itu juga sistem  deteksi target dan kemampuan pelacakan yang ditingkatkan, dan sonar derek. Pekerjaan retrofit dimulai pada Juli 2018.

Retrofit adalah bagian dari program peningkatan paruh baya untuk tiga dari sembilan kapal selam Chang Bogo di bawah kontrak 154 juta dolar AS yang diteken pada 2014.

Lee Eok Gi (nomor lambung SS 071) adalah kapal ketiga dan terakhir yang ditingkatkan setelah Na Dae Yong (SS 069) dan Choi Moo Sun (SS 063).

Lee Eok Gi diberikan untuk menghormati komandan angkatan laut Dinasti Joseon (1392-1910). Ini adalah kapal selam kesembilan dan terakhir dari kelas 209 Angkatan Laut Korea, yang dibangun sebagai bagian dari proyek Chang Bogo.

Dikirim ke Angkatan Laut pada 2001, kapal selam ini dipersenjatai rudal Harpoon, ranjau kapal selam dan lebih dari selusin torpedo. Baik  torpedo Baek Sang Eo (hiu putih) buatan Korea maupun yang dipandu SUT dari Jerman.

Kapal selam ini terlibat dalam Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) yang diadakan AS pada tahun 2010.

Kapal selam ini mampu berlayar bolak-balik antara Korea Selatan dan Hawaii tanpa pasokan bahan bakar. Kapal dioperasikan oleh total 40 awak, dengan rincian tujuh perwira dan 33 bintara.

“Butuh satu tahun untuk melatih awak kapal selam. Itu sebabnya tidak ada wajib militer di sini," kata seorang awak kapal selam kepada Yonhap tahun 2017. Wajib militer di Korea Selatan bertugas sekitar dua tahun.

Angkatan Laut Korea Selatan memiliki sembilan kapal selam lainnya dengan berat 1.800 ton. Bandingkan dengan 70 hingga 80 kapal selam yang dilaporkan dioperasikan Korea Utara, yang mengembangkan rudal balistik berbasis kapal selam.

Angkatan Laut Korea Selatan berencana memperkenalkan kapal selam 3.000 ton mulai 2020, dengan harapan memiliki kapal selam nuklir.



Komentar