HOT NEWS

Kekurangan Pesawat Tanker, USAF Gandeng Pesawat Swasta untuk Dukung Bahan Bakar Pesawat Tempur

Jumat, 27 Maret 2020 12:00
Penulis : Remi
Kekurangan Pesawat Tanker, USAF Gandeng Pesawat Swasta untuk Dukung Bahan Bakar Pesawat Tempur

Sumber: Omega Aerial Refuelling Services

Angkasa.news - Angkatan Udara AS (USAF) berencana menyewa pesawat tanker komersial untuk mendukung misi pengisian bahan bakar pesawat tempur dan pembomnya dalam waktu dua tahun ke depan. Hal ini dilakukan karena adanya tuntutan untuk memenuhi lebih dari 25.000 jam program uji terbang dan pelatihan.

Komando Mobilitas Udara mengejar kontrak untuk pesawat tanker yang dioperasikan oleh perusahaan swasta lantaran sebelumnya Departemen Pertahanan AS memutuskan penghentian operasi 29 unit pesawat tanker KC-135 dan KC-10. Saat ini tim Komando Mobilitas Udara tengah mempelajari kelayakan program ini. Targetnya, bulan Juni mendatang, kontrak pertama sudah ditandatangani.

Pihak USAF mengklaim jika program yang menggandeng pihak swasta ini akan lebih murah, lebih fleksibel, dan tentunya akan membuat kemampuan pesawat tanker USAF yang ada saat ini fokus pada kebutuhan perang.


Perusahaan swasta yang akan digandeng tersebut nantinya harus mampu menyediakan 21.000 jam terbang untuk program latihan USAF, 2.100 jam terbang untuk misi pengujian dan evaluasi, 2.190 jam terbang untuk dukungan penjualan militer luar negeri. 900 jam terbang tambahan dibutuhkan untuk misi "coronet" dalam negeri, yaitu pengisian bahan bakar pesawat tempur yang hendak bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain.

Perusahaan yang mendapatkan kontrak juga harus memiliki setidaknya satu pesawat yang dilengkapi peralatan pengisian bahan bakar di udara, seperti boom, hose, dan drogue. Menurut presentasi yang dipaparkan Komando Mobilitas Udara USAF, rata-rata pesawat akan terbang tiga sorti per hari dengan permintaan tertinggi ada di bulan April, Agustus, dan Oktober.

Pesawat-pesawat tanker milik swasta ini rencananya bakal mendukung pengisian bahan bakar pesawat F-15, F-16, F-18, B-1, dan B-52. Jika program berjalan lancar, maka pesawat tanker tersebut bakal ditunjuk untuk memberi dukungan bahan bakar kepada F-22, F-35, A-10. Tujuan jangka panjangnya, menurut Komando Mobilitas Udara USAF, pesawat komersial itu akan digunakan untuk mendukung pesawat C-130, P-8, C-17, RC-135, E-3, dan E-8.

 



Komentar