HOT NEWS

Kadispenau Ungkap Peran Vital Biju Patnaik Latih Penerbang AURI di Masa Perang Kemerdekaan

Rabu, 26 Februari 2020 15:25
Penulis : Beny Adrian
Kadispenau Ungkap Peran Vital Biju Patnaik Latih Penerbang AURI di Masa Perang Kemerdekaan

Kadispenau menjadi pembicara talk show "A Moment Reflection" di Nehru Memorial Museum and Library. Sumber: Dispenau

Angkasa.news - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto mengatakan, pesawat DC-3 Dakota VT- CLA milik Biju Patnaik yang berada di Pangkalan Udara Maguwo dalam misi membantu Indonesia di masa perang kemerdekaan, juga digunakan untuk melatih pilot-pilot AURI.

Mereka adalah Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, dan Iswahjudi. Pelatihannya diawasi langsung oleh Biju Patnaik. Selama dua minggu berlatih, para pilot akhirnya mampu menerbangkan pesawat Dakota.

Itulah beberapa poin yang disampaikan Kadispenau pada acara talk show perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan India, "A Moment Reflection" di Nehru Memorial Museum and Library, Selasa (25/2).

Selain itu dikatakan Fajar, melalui Biju Patnaik lah pemerintah India membantu perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Saat tiba pertama kali di Indonesia, Biju Patnaik mendarat di Pangkalan Udara Maguwo (Lanud Adisutjipto) yang saat itu disambut KSAU Komodor Udara Soeryadi Suryadarma, dan kemudian menghadap Presiden Soekarno dengan membawa pesan dari Jawaharlal Nehru.

Sejak itulah Biju Patnaik secara berlanjut membantu perjuangan Indonesia dengan menggunakan pesawat Dakota miliknya.

Pesawat Dakota miliknya juga yang ditembak pesawat Kiity Hawk Belànda saat akan mendarat di Maguwo. Padahal pesawat tersebut sedang melaksanakan misi sosial membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia.

Pesawat Dakota yang dipiloti Alexander Noel Contantine dan kopilot Roy Hazellhurst itu akhirnya jatuh di Desa Ngoto, Bantul di sebelah selatan Yogyakarta.

Adapun tiga tokoh AURI yaitu Adisutjipto, Abdulrachman Saleh, dan Adi Sumarmo yang berada di pesawat ikut gugur pada peristiwa tersebut.

Usai talk show, mahasiswa India yang hadir pada acara tersebut melakukan dialog dengan Kadispenau mengenai hubungan Biju Patnaik dengan Angkatan Udara Indonesia.

Pada Perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan India, narasumber lainnya pada adalah Dubes Sudàrshan Bhutani, Prof. Dr. Meutua Hatta, Prof. S.D. Muni, Dubes Rizali W. Indrakesuma, Ambasador Navreka Sharma, Prof. Iwan Pranoto, dan Prof. Baladash Goshal.

Acara tersebut juga diramaikan pameran foto sejarah Jawaharlal Nehru, hubungan bilateral Indonesia dan India, serta foto pesawat Dakota Biju Patnaik yang pernah digunakan untuk membantu perjuangan Indonesia pada Agresi Belanda I. 

Bersama Meutia Hatta, Kadispenau didampingi Kasubdis Jarah Dispenau Kolonel Sus Maylina Saragih dan Kamuspusdirla Kolonel Sus Dede Nasrudin mengunjungi Nehru Memorial Museum and Library di New Delhi.



Komentar