HOT NEWS

Dikira Rudal Jelajah, Menurut Jenderal Hajizadeh, Seorang Perwira Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Minggu, 12 Januari 2020 11:15
Penulis : Beny Adrian
Dikira Rudal Jelajah, Menurut Jenderal Hajizadeh, Seorang Perwira Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Serpihan pesawat B737 Ukraina yang jatuh di Shahedshahr, Iran. Sumber: Ebrahim Noroozi/ euronews.com

Angkasa.news - Dalam menghadapi bukti yang terus muncul, Iran pada Sabtu (11/1) mengakui bahwa pihaknya telah menembak jatuh pesawat Boeing B737 milik Ukraine International Airlines dari Ukraina secara tidak sengaja, menewaskan kesemua 176 orang di dalam pesawat.


Pengakuan Pengawal Revolusi Iran ini meruntuhkan kredibilitas informasi yang diberikan para pejabat senior Iran, yang selama tiga hari ini dengan tegas menolak tuduhan serangan rudal sebagai propaganda Barat.

Pengakuan ini seperti dikutip apnews.com, menimbulkan sejumlah pertanyaan baru. Seperti  mengapa Iran tidak menutup bandara internasional atau wilayah udaranya pada hari Rabu saat bersiap menyerang dua pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak dengan rudal.

Tidak ada yang terluka dalam serangan di Irak, meski pihak Iran mengklaim 80 orang tewas dalam serangan ini. Serangan rudal dilakukan Iran sebagai pembalasan atas tewasnya Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan udara Amerika Serikat di Baghdad.

Pengakuan Iran ini mengubah narasi seputar konfrontasinya dengan AS dengan cara yang bisa membuat publik Iran marah. Iran telah berjanji akan membalas dendam dengan keras setelah kematian Soleimani, tetapi alih-alih membunuh tentara Amerika, militernya malah menjatuhkan sebuah pesawat sipil di mana sebagian besar penumpangnya adalah warga Iran.

Pada Sabtu malam, ratusan orang berkumpul di kampus-kampus di seputaran Teheran untuk memprotes pengakuan terlambat pemerintah atas pesawat yang ditembak jatuh. Mereka menuntut pejabat yang terlibat dalam serangan rudal itu dicopot dari posisinya dan diadili. Polisi membubarkan demonstrasi.

Presiden Donald Trump melalui akun twitter-nya menyampaikan dukungan kepada Iran yang mendukung protes pemerintah, mengatakan dia dan pemerintahannya ada di belakang mereka.

Trump meminta pemerintah Iran untuk mengizinkan kelompok hak asasi manusia untuk memantau protes dan menyatakan dukungan untuk "orang-orang yang berani dan telah lama menderita" di Iran.

Jenderal Amir Ali Hajizadeh, Kepala Divisi Kedirgantaraan dari Pengawal Revolusi Iran, mengatakan unitnya menerima tanggung jawab penuh atas penembakan itu. Dalam sebuah pidato yang disiarkan TV pemerintah, dia mengatakan ketika mengetahui tentang jatuhnya pesawat Ukraina, “Saya berharap saya sudah mati.”

Dia mengatakan kemungkinan kepada atasannya bahwa pasukannya menembak jatuh pesawat itu Rabu pagi, karena “kejadian serentak antara penembakan dan kecelakaan itu mencurigakan.”

Hajizadeh mengatakan bahwa Pengawal Revolusi Iran telah meningkatkan pertahanan udara dan berada di tingkat kesiapan tertinggi, khawatir AS akan membalas. Dia menyarankan Teheran harus menutup wilayah udaranya tetapi tidak ada tindakan yang diambil.

Dia mengatakan pilot dan kru maskapai Ukraina itu tidak melakukan kesalahan, tetapi seorang perwira membuat keputusan buruk untuk menembaki pesawat setelah mengira itu adalah rudal jelajah.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan simpati mendalam kepada keluarga korban dan menyerukan angkatan bersenjata untuk mengejar kemungkinan kekurangan dan kesalahan dalam insiden menyakitkan ini.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berterima kasih kepada AS, Inggris, Kanada, dan negara lainnya atas informasi tentang kecelakaan itu dan dukungannya.

Dia mengatakan bahwa dukungan itu tidak diragukan lagi telah membantu mendorong Iran untuk mengakui tanggung jawabnya atas kecelakaan itu. Zelenskiy mengatakan penyelidikan kecelakaan harus dilanjutkan dan pelaku harus diadili.

Maskapai penerbangan Ukraina mengkritik keputusan Iran untuk membiarkan wilayah udaranya terbuka meskipun ada permusuhan.

Pesawat  Ukraina dalam perjalanan ke ibukota Ukraina Kyiv, membawa 167 penumpang dan sembilan awak. Penumpang berasal dari beberapa negara, termasuk 82 Iran, 57 Kanada (termasuk banyak warga Iran dengan kewarganegaraan ganda) dan 11 Ukraina.

Sbelumnya diberitakan bahwa AS dan Kanada yakin militer Iran telah menembak jatuh pesawat dengan rudal darat ke udara.



Komentar