HOT NEWS

Diduga Gangguan Elektronik atau Serangan Siber, MQ-1C Gray Eagle Mendarat Darurat di Irak

Sabtu, 10 Agustus 2019 12:10
Penulis : Beny Adrian
Diduga Gangguan Elektronik atau Serangan Siber, MQ-1C Gray Eagle Mendarat Darurat di Irak

MQ-1C Gray Eagle. Sumber: Buratha News Agency

Angkasa.news - Kejadian yang pasti menimbulkan kekhawatiran Amerika Serikat adalah ketika pesawatnya jatuh di wilayah konflik.

Beberapa jam yang lalu dilaporkan bahwa pesawat tanpa awak MQ-1C Gray Eagle jatuh di dekat Baghdad, Irak.

Juru bicara militer AS untuk operasi di Irak dan Suriah mengonfirmasi bahwa UAV koalisi ini melakukan pendaratan darurat di Baghdad pada Rabu (7/8) karena masalah mekanis.

“Pesawat mendarat selamat dan berhasil ditemukan oleh pasukan Pasukan Keamanan Irak. Tidak ada yang terluka dan tidak ada properti yang rusak dalam pendaratan,” ujar juru bicara Operation Inherent Resolve (OIR), koalisi pimpinan AS terhadap ISIS pada hari Jumat.

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang jenis pesawat yang dirilis. Namun media lokal telah merilis foto yang menunjukkan pesawat tanpa awak ini adalah MQ-1C.

MQ-1C Gray Eagle jatuh di barat daya Baghdad di sebua lahan pertanian di kota Radwaniyah.

Drone yang tidak rusak itu dengan cepat dipindahkan ke lokasi yang tidak diketahui. Pesawat ini bisa saja mengalami gangguan elektronik atau mendapat serangan siber.

General Atomics MQ-1C Grey Eagle adalah sistem pesawat udara tak berawak jenis MALE (medium-altitude, long-endurance).

Pesawat dikembangkan General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI) untuk Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai peningkatan dari General Atomics MQ-1 Predator.



Komentar