HOT NEWS

Dianggap Terlalu Mahal, Jepang Bersikukuh Kembangkan Sendiri Pesawat Tempur Masa Depan

Jumat, 03 April 2020 09:00
Penulis : Remi
Dianggap Terlalu Mahal, Jepang Bersikukuh Kembangkan Sendiri Pesawat Tempur Masa Depan

Sumber: Japan MoD

Angkasa.news - Jepang mengklaim telah menolak proposal pengembangan pesawat tempur masa depan yang disodorkan beberapa pabrikan pesawat, seperti Lockheed Martin. Pesawat tempur tersebut sedianya bakal dikembangkan menggunakan desain yang ada di bawah program pesawat tempur Jepang FX.

"Berdasarkan diskusi sebelumnya, opsi pengembangan pesawat tempur menggunakan desain yang sudah ada bukan menjadi opsi kami. Kementerian Pertahanan sampai menyimpulkan bahwa kami akan mengembangkan model baru, dan juga ini telah dikomunikasikan kepada Lockheed Martin," juru bicara Badan Akuisisi, Teknologi & Logistik Kementerian Pertahanan (ATLA) Kementerian Pertahanan Jepang seperti dikutip di laman Jane's.

"Kami menyadari bahwa kami telah membangun teknologi yang cukup untuk memungkinkan proyek pengembangan tempur di dalam negeri," tambahnya.


Lockheed Martin dan kontraktor pertahanan asing lainnya telah mengajukan proposal desain jet tempur bermesin ganda yang menggabungkan kekuatan penempur multiperan F-22 Raptor dengan F-35 Lightning II Joint Strike Fighter. Namun Kementerian Keuangan Jepang disebut-sebut telah menolak proposal tersebut karena dianggap terlalu mahal.

Namun, Jepang masih sangat terbuka untuk program kolaborasi internasional di bawah Program Pertahanan Jangka Menengah (MTDP) Kementerian Pertahanan Jepang.

"Jepang tidak perlu melakukan semua pekerjaan pengembangan sendirian. Penting untuk meningkatkan keandalan teknologi dan mengurangi biaya dengan meminta negara-negara mitra berbagi beberapa pekerjaan namun tetap dalam prinsip 'pembangunan yang dipimpin Jepang,' "ujar juru bicara ATLA.

Sebelumnya, ATLA telah meluncurkan pesawat demonstran eksperimental generasi kelima yang diberi nama X-2 Shinshin (sebelumnya ATD-X). Kementerian Pertahanan Jepang juga telah merilis gambar konseptual pertama dari pesawat tempur F-X pada bulan Januari tahun ini.

Kementerian Pertahanan berencana mengoperasikan hingga 100 pesawat generasi kelima pada akhir tahun 2030-an. Pesawat ini akan menggantikan pesawat tempur Mitsubishi F-2 milik Pasukan Bela Diri  Udara Jepang (JASDF).



Komentar