HOT NEWS

Cuaca dan Lokasi Hambat Evakuasi Mi-17

Rabu, 12 Februari 2020 10:50
Penulis : Remi
Cuaca dan Lokasi Hambat Evakuasi Mi-17

Lokasi jatuhnya helikopter Mi-17 milik TNI AD. Sumber: Istimewa

Angkasa.news - TNI AD telah menyiapkan setidaknya 60 personel dan tiga unit helikopter angkut untuk proses evakuasi helikopter Mi-17V5 dengan registrasi HA-5138 yang dinyatakan hilang sejak Juni tahun lalu. Sayangnya, proses evakuasi terhambat oleh masalah cuaca dan lokasi jatuhnya pesawat.

Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi menyatakan, saat ini seluruh tim evakuasi masih bersiaga di kawasan Oksibil. Mereka belum bisa mendekat ke lokasi jatuhnya helikopter lantaran medan yang sangat miring sehingga menyulitkan tim untuk mencapai tempat tersebut. 

"Hari ini, Selasa (11/2) tim masih meninjau dari udara untuk melihat lokasi untuk men-droping personel yang akan melakukan evakuasi," kata Dax, Selasa (11/2) seperti dikutip Antara.


TNI AD hingga kemarin, Selasa (11/2/2020) masih melakukan pemantauan lokasi lewat udara. Kabar terakhir, mereka belum menemukan tempat yang relatif rata dan aman untuk mendarat helikopter evakuasi.

Selain soal lokasi yang terjal, cuaca di sekitar Oksibil juga kerap berubah secara drastis. 

“Memang faktor cuaca menjadi penyebab dilakukannya evakuasi terhadap korban,” kata Komandan Korem 172/PWY Kolonel Infanteri Binsar Sianipar.

Heli nahas itu ditemukan pada koordinat  04 derajat 38 menit 20,9 detik Lintang Selatan dan 140 derajat 17 menit 41,2 detik Bujur Timur. Lokasi itu berada pada ketinggian 13.000 kaki dari permukaan laut.

Pada 28 Juni 2019 lalu, Mi-17 itu hilang kontak setelah 5 menit terbang dari Bandara Oksibil, Papua. Helikopter terbang menuju Bandara Sentani, Jayapura. 

Helikopter bertolak pukul 11.44 WIT. Seharusnya helikopter mendarat di Sentani pukul 13.11. Mi-17 yang hilang kontak mengangkut 12 orang, terdiri dari 7 kru dan 5 personel Satgas Yonif 725/Woroagi.  



Komentar