HOT NEWS

Brown, Jenderal Kulit Hitam Pertama yang Penerbang F-16 Ini Akan Dikukuhkan Menjadi KSAU AS

Rabu, 10 Juni 2020 19:49
Penulis : Beny Adrian
Brown, Jenderal Kulit Hitam Pertama yang Penerbang F-16 Ini Akan Dikukuhkan Menjadi KSAU AS

Jenderal Charles Q. Brown Jr (kedua kiri) saat joy flight dengan Mirage milik India. Sumber: @livefist

Angkasa.news – Lagi marak-maraknya demo rasial di Amerika Serikat pasca tewas George Floyd oleh polisi AS, Senat AS mengonfirmasi Jenderal Charles Q. Brown, Jr, sebagai Kepala Staf Angkatan Udara AS (USAF). 


Kepastian penunjukkan Brown dikeluarkan pada Selasa (9/6). Brown yang lahir 1962, akan menjadi KSAU AS ke-22.

Presiden Donald Trump menominasikan penerbang F-16 Fighting Falcon ini menjadi KSAU AS pada 2 Maret 2020 dan dikonfirmasi Kongres pada 9 Juni 2020.

Bukan itu yang penting, namun Brown akan tercatat dalam sejarah bangsa AS sebagai penerbang keturunan Afrika-Amerika pertama yang memimpin kecabangan militer AS sebagai pemimpin tertinggi.

Sebelum pemungutan suara bersejarah atas konfirmasinya, Brown memberikan kesaksian di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat selama audiensi pada 7 Mei. 

Selama audiensi, Brown berjanji untuk memastikan kesiapan Angkatan Udara dalam mendukung Strategi Pertahanan Nasional. 

"Saya berkomitmen pada Angkatan Udara untuk mencapai momentum yang tidak dapat diubah menuju implementasi Strategi Pertahanan Nasional dan kekuatan gabungan yang lebih mematikan dan mematikan,” ujar Brown.

Sekretaris Angkatan Udara Barbara Barrett mengucapkan selamat kepada Brown atas konfirmasinya dan menyoroti peran penting yang akan dimainkannya dalam memimpin Angkatan Udara ke masa depan, dan meneruskan visi strategis KSAU saat ini Jenderal David L. Goldfein.

Goldfein juga memberikan selamat kepada Brown dan menyebutkan kualifikasinya yang tak tertandingi untuk menjadi Kepala Staf Angkatan Udara berikutnya. 

“Tidak ada orang yang saya tahu yang lebih siap untuk menjadi Kepala Staf, tidak ada yang memiliki pengalaman dan temperamen untuk memimpin Angkatan Udara,” aku Goldfein memastikan kehebatan penerusnya. 

"Angkatan Udara dan bangsa kita akan berada di tangan yang baik di bawah kepemimpinannya."

Kepala Operasi Antariksa (Chief of Space Operations) Jenderal Jay Raymond juga memberi selamat kepada Brown.

"Jenderal Brown adalah pemimpin inovatif yang jelas memahami lingkungan strategis yang kompleks dan berkembang yang kita hadapi saat ini,” kata Jenderal Jay Raymond. 

Brown menjadi perwira Angkatan Udara AS pada 1984 dan dilantik sebagai lulusan terhormat dari program Air Force Reserve Officers Training Corps (ROTC) dengan gelar Bachelor of Science di bidang teknik sipil di Texas Tech University di Lubbock, Texas.

Dia adalah penerbang dengan lebih dari 2.900 jam terbang, termasuk 130 combat hours.

Brown saat ini menjabat sebagai komandan US Pacific Air Forces dan komandan komponen udara US Indo-Pacific Command di Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii. 

Pacific Air Forces bertanggung jawab atas kegiatan Angkatan Udara yang tersebar di separuh dunia dalam suatu komando yang mendukung lebih dari 46.000 airmen yang ditempatkan terutama di Jepang, Korea, Hawaii, Alaska, dan Guam.

Rencananya Jenderal Charles Q. Brown Jr akan dilantik menggantin Jenderal David L. Goldfein pada 6 Agustus 2020 dalam sebuah upacara.

Pada 1994, Brown memperoleh gelar master dalam ilmu aeronautika dari Embry-Riddle Aeronautical University, di Daytona Beach, Florida.

Kemudian pada 2012, Asosiasi Alumni Teknologi Texas mendeklarasikan Brown sebagai "Lulusan yang Terhormat" dari Universitas Teknologi Texas.

Sebagai penerbang pesawat tempur, Brown dipromosikan menjadi brigjen saat memimpin 31st Fighter Wing di Pangkalan Udara Aviano di Italia.

Jenderal Charles Q. Brown Jr telah mengenyam penugasan di berbagai posisi baik di tingkat skadron maupun wing, termasuk di USAF Weapons School sebagai instruktur F-16 Fighting Falcon



Komentar