HOT NEWS

Bawa Senjata Biologis, T-50i Golden Eagle TNI AU Berhasil Force Down Pesawat Asing di Lanud Manuhua

Selasa, 24 Maret 2020 17:12
Penulis : Beny Adrian
Bawa Senjata Biologis, T-50i Golden Eagle TNI AU Berhasil Force Down Pesawat Asing di Lanud Manuhua

Latihan Pertahanan Udara Cakra dan Kilat D. 20 di Lanud Manuhua Biak. Sumber: Pen Lanud Manuhua

Angkasa.news - Kamis (19/3) lalu, Satuan Radar 242 Tanjung Warari yang dioperasikan TNI AU, berhasil mendeteksi sebuah pesawat tak dikenal (Lasa X) yang tidak memiliki izin, memasuki wilayah Udara Indonesia bagian Timur.


Berdasarkan sumber yang layak dipercaya, pesawat ini membawa benda berbahaya sejenis biologis yang sangat mematikan dan akan mendarat di sebuah bandara di wilayah Papua.

Dalam situasi seperti ini, jejaring Komando Pertahanan Udara Nasional langsung bergerak dan mengirimkan pesawat tempur T-50i Golden Eagle dari Lanud Manuhua, Biak. T-50 diperintahkan mengejar pesawat tak dikenal dan menghalau ke luar dari wilayah udara Indonesia.

Namun apa yang terjadi, pesawat asing bersikeras tidak mau keluar. Akhirnya pesawat dipaksa mendarat di Lanud Manuhua.

Sementara T-50i memaksa turun Lasa X, komando di bawah langsung menyiapkan unsur pendukung Kosekhanudnas IV. Sementara Lanud Manuhua menyiapkan Satuan POM, Satuan Kesehatan, Intelijen, Hukum, Penerangan, satu pesawat CN235 Skadron 27 dengan penerbang siaga Mayor Pnb Yoga.

Dengan sikap siap tempur, anggota POM dan 25 pasukan dari Yonko 468 Paskhas Sarotama, bergerak menuju pesawat dan naik ke dalam pesawat.

Satu per satu penumpang dan kru diperiksa dan selanjutnya digiring menuju ruang interogasi dan ruang isolasi bagi penumpang yang terpapar virus.

Di ruang interogasi, unsur Satuan Hukum, Angkasa Pura, Bea Cukai memeriksa para penumpang dan kru. Di ruang isolasi satuan kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi penumpang yang terkena virus.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kru dan penumpang pesawat diperoleh keterangan bahwa pilot tidak mengetahui apa isi benda yang dibawa. Tim kesehatan setelah melakukan pemeriksaan diketahui bahwa benda tersebut berisi senjata boologis yang sangat mematikan.

Berdasarkan bukti tersebut, seluruh penumpang dan kru pesawat ditahan sementara menunggu sampai sidang atas kasus ini digelar.

Itulah sekelumit simulasi force down atau paksa turun pesawat tak dikenal dalam latihan puncak Pertahanan Udara Cakra dan Kilat D. 20 di Base Operation Lanud Manuhua Biak, Kamis (19/3).

Dalam latihan ini, dua pesawat T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15 yaitu TT-5015 dengan pilot Mayor Pnb Sujatmiko dan TT-5012 diterbangkan Kapten Pnb Kustaman. Sementara pengamanan dilakukan Yonko 468 Paskhas.

Unsur pendukung dari luar TNI AU adalah Angkasa Pura dengan jajarannya, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Imigrasi, Bea Cukai.

Pada acara penutupan latihan, Pangkosekhanudnas IV Marsma TNI Mujianto dalam sambutannya mengucapkan selamat dan terimakasih kepada semua unsur yang terlibat atas keberhasilan latihan ini.

"Seluruh peserta latihan telah menunjukkan kesungguhan, semangat dan disiplin yang tinggi. Latihan dilaksanakan untuk menguji efektivitas doktrin yang sesuai dengan perkembangan dan hakekat ancaman yang kita hadapi. Kondisi ini sangat membanggakan kita semua sekaligus berharap agar Kosekhanudnas IV dapat melaksanakaan tugas lebih profesional di masa depan," pungkas Marsma Mujianto.



Komentar