HOT NEWS

6 Perwira Muda TNI AU Jalani Pendidikan Operator PTTA Angkatan Kedua di Lanud Supadio

Rabu, 15 Juli 2020 11:02
Penulis : Beny Adrian
6 Perwira Muda TNI AU Jalani Pendidikan Operator PTTA Angkatan Kedua di Lanud Supadio

Sumber: Pen Lanud Supadio

Angkasa.news - TNI AU sudah dilengkapi pesawat terang tanpa awak (PTTA) alias UAV yang pengoperasiannya dilaksanakan oleh Skadron Udara 51, Wing Udara 7, Lanud Supadio, Pontianak. 


Layaknya skadron intai, Skadron 51 termasuk di antara satuan tempur TNI AU yang minim informasi.

Disebutkan di beberapa media bahwa Skadron 51 dilengkapi UAV Aerostar buatan Aeronautics Defense Systems dan enam CH-4 Rainbow buatan China. Karena itulah, untuk mengawaki kesemua PTTA ini, Lanud Supadio terus melengkapi kebutuhan personel darat sebagai pengawak. 

Dalam kaitan itu, Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Palito Sitorus secara resmi membuka pendidikan Kursus Perwira (Suspa) Operator Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Angkatan Kedua Skadron Udara 51 Lanud Supadio. Acara pembukaan pendidikan berlangsung di Hanggar Skadron Udara 51, Kubu Raya, Selasa (14/7).

Setidaknya tercatat enam Perwira Siswa yang mengikuti Suspa Operator PTTA Angkatan Kedua.

Mereka adalah adalah Lettu Sus Syahrul Fadlullah, Letda Tek Muhammad Zamroni, Letda Adm Muhammad Irdansyah Wiraguna, Letda Adm Muhammad Hadyan Duggio, Letda Tek Rangga Dekdo Pratitis, dan Letda Lek Rizal Maulana Elgansah.

Danlanud Supadio dalam sambutannya mengatakan bahwa Skadron Udara 51 merupakan salah satu komponen unsur pelaksana operasional Lanud Supadio, dan bagian integral tak terpisahkan dari kekuatan udara yang dimiliki TNI AU yang berperan sangat strategis terselenggaranya operasi udara yang dilaksanakan TNI AU.

Disamping itu, lanjut Marsma Palito, Lanud Supadio dalam hal ini Skadron Udara 51 Wing 7 diberikan kepercayan oleh pimpinan untuk mencetak operator pesawat Nirawak yang mumpuni, profesional dan dapat diandalkan dalam setiap penugasan.

“Dengan dibukanya pendidikan ini, tentunya kita berharap agar Skadron Udara 51 dapat mencetak operator PTTA yang andal, berkualitas dan profesional semakin bertambah besar dan dapat terwujud bila para perwira siswa dapat melaksanakan program pendidikan dengan sebaik-baiknya serta tetap fokus dalam belajar dan berlatih,” kata Palito yang merupakan penerbang Sukhoi Su-27/30 angkatan pertama TNI AU.

Ia berpesan kepada para perwira siswa agar dapat mengikuti seluruh materi pelajaran yang diberikan dengan sungguh-sungguh serta tetap berpedoman pada petunjuk dan prosedur yang telah ditetapkan.  

“Dalam pelaksanaan pendidikan, saya juga menekankan faktor safety harus menjadi perhatian, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan dan berpotensi membahayakan dapat kita hindari demi kelancaran dan keamanan proses pendidikan,” jelas Danlanud.

Pembukaan Pendidikan ditandai dengan penyematan tanda siswa oleh Danlanud Supadio kepada para Perwira Siswa.

Pada 30 Desember 2019, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Konsorsium Pengembangan PTTA Kelas MALE meluncurkan drone karya anak bangsa yang diberi nama ELang Hitam (Black Eagle).

Konsorsium Pengembangan Elang Hitam terdiri dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), BPPT, TNI AU, Lapan, PTDI, PT Len, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hanya saja sampai saat ini, belum terdengar lagi progres pengembangan PTTA berkemampuan jarak jauh ini. Termasuk apakah TNI akan mengakuisisinya.

Hanya saja ditegaskan pada saat peluncurannya, Elang Hitam akan dikembangkan dalam dua fase. Fase 1 dengan kemampuan ISTAR (non-weaponized) dilaksanakan dari 2019-2023. Dilanjutkan Fase 2 weaponized pada 2023-2024.

Kita tunggu saja. 



Komentar



Sign Up for Our Newsletters
Get awesome content in your inbox every week.