HOT NEWS

14 Pesawat AWACS NATO Akan Disulap Lebih Canggih dan Cerdas

Minggu, 01 Desember 2019 10:08
Penulis : Beny Adrian
14 Pesawat AWACS NATO Akan Disulap Lebih Canggih dan Cerdas

NATO berikan kontrak 1 miliar dolar AS untuk upgrade E-3 AWACS. Sumber: NATO

Angkasa.news - NATO (North Atlantic Treaty Organization) memberikan kontrak gede senilai 1 miliar dolar AS kepada Boeing untuk meng-upgrade 14 pesawat E-3 AWACS (Airborne Warning and Control).

Kontrak AWACS Final Lifetime Extension Programme (FLEP) dibukukan oleh Sekjen NATO Jens Stoltenberg dan Presiden Boeing Internasional Michael Arthur di Melsbroek, bandara Brussels pada 27 November 2019.

Program FLEP akan menjadi yang ketiga sekaligus terakhir untuk pekerjaan major upgrade armada AWACS NATO sejak E-3A pertama terbang tahun 1982.

Dijelaskan Stoltenberg, upgrade ini akan memungkinkan pesawat terbang hingga 2035. Armada E-3 AWACS berpangkalan di NATO Air Base Geilenkirchen di Jerman.

“Program ini akan memberikan AWACS sistem komunikasi baru yang canggih dan kapabilitas di dalam jaringan,” ujarnya.

Kementerian Pertahanan Belgia mengungkapkan, pesawat akan dilengkapi dengan glass cockpit, radar teknologi tinggi dan sistem komunikasi canggih serta sistem transfer data generasi kelima yang memungkinkan dilaksanakannya multi-domain command-and-control operations.

Masih menurut Stoltenberg, 16 sekutu NATO di kedua sisi Atlantik mendanai program FLEP, yang melibatkan perusahaan dari Eropa dan Amerika Utara. Di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Turki, Italia, dan Spanyol.

Ditambahkan oleh Michael Arthur, perusahaan yang terlibat adalah Northrop Grumman, Airbus, Kongsberg, Leonardo, Thales, Indra, dan beberapa lainnya.

“NATO AWACS adalah simbol keunggulan trans-Atlantik, dalam hal teknologi dan kemitraan antara Boeing, NATO dan Eropa. Program modernisasi ini akan memastikan pesawat terus berkembang,” kata Arthur.

Pesawat E-3A biasanya beroperasi pada ketinggian sekitar 10 km. Dari ketinggian ini, satu pesawat AWACS dapat secara konstan memonitor wilayah udara dalam radius lebih dari 400 km dan dapat bertukar informasi - melalui tautan data digital - dengan pangkalan darat, laut, dan udara.

Dengan radar Pulse-Doppler, E-3A yang terbang di dalam wilayah udara NATO dapat membedakan antara target dan pantulan darat dan.

Karena itu E-3 AWACS mampu memberikan peringatan dini terhadap pesawat yang terbang rendah atau tinggi di dalam wilayah operasinya dari potensi serangan.



Komentar