HANKAM

Tradisi Penyerahan Panji Tribrata, Ini Catatan Tito Karnavian Selama Menjadi Kapolri

Rabu, 06 November 2019 19:55
Penulis : Beny Adrian
Tradisi Penyerahan Panji Tribrata, Ini Catatan Tito Karnavian Selama Menjadi Kapolri

Jenderal Pol (Pur) Tito Karnavian dan Kapolri Jenderal Idham Azis memeriksa pasukan upacara. Sumber: angkasa.news/ beny adrian

Angkasa.news – Ada suasana yang sedikit emosional pagi ini, Rabu (6/11), ketika Jenderal Pol (Pur) Tito Karnavian menyerahkan panji Tribrata Polri kepada Kapolri penerusnya Jenderal Pol Idham Azis.

Upacara yang digelar di Mako Korps Brimob, Cimanggis, Depok ini diikuti oleh delapan batalion upacara.

Yaitu Yon 1 dari Akpol; Yon 2 dari Pamen, Pama dan Polwan; Yon 3 dari mahasiswa PTIK, Provost, dan Polantas; Yon 4 dari Gegana dan Pelopor; Yon 5 dari Pelopor Korps Brimob; Yon 6 dari Korpolairud dan Sabhara Baharkam Polri; Yon 7 dari Bareskrim, Baintelkam, dan PNS; serta Yon 8 dari Ranpur, Ranpol, dan Satwa.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Kombes Pol Asep Saepudin.

Menurut Tito Karnavian yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Dalam Negeri, tradisi upacara serah terima panji Polri Tribrata kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya.

“Karena pada waktu pelantikan Jenderal Idham Azis menerima kenaikan pangkat dilantik dan sekaligus menerima tongkat komando, sehingga hari ini hanya penyerahan panji-panji sebagai simbolis serah terima,” ujar Tito dalam sambutannya.

Dalam pidato prosesi pelepasannya sebagai Kapolri setelah mengabdi 3 tahun 3 bulan, Tito membeberkan sejumlah data dan fakta yang menjadi catatannya selama menjadi Kapolri.  

“Tugas Kapolri adalah salah satu tugas yang paling komplek untuk tugas kepala kepolisian di seluruh dunia. Di Indonesia yang open democracy dengan banyaknya low class dan potensi konflik tinggi, maka menjaga stabilitas kamtibmas di negara sebesar ini tidak mudah,” urai Tito.

Belum lagi, kata Tito, menjaga personel Polri yang berjumlah 446.000 yang jumlahnya lebih besar dari negara di Pasifik atau Brunei, pun tidak mudah.

Dijelaskannya, Polri adalah lembaga vertikal yang cukup besar dengan posisi nomor dua setelah TNI dengan anggota 446.000. Namun dengan kondisi sosial budaya dan politik di Indonesia, semua itu membawa pengaruh cukup besar terhadap keamanan.

Dalam catatan pribadinya, banyak tantangan signifikan disamping yang regular terjadi selama tiga tahun terakhir.

Seperti Pilkada DKI tahun 2017, Polri menjadi tuan rumah sidang umum Interpol ke-85 di Bali pada November 2016. Khususnya sidang umum Interpol, Tito menggarisbawahi bahwa Polri mendapat apresiasi tinggi dari Interpol. Karena memecahkan rekor dihadiri 163 kepala polisi dari seluruh dunia.

Peristiwa penting lainnya adalah pengamanan Pilkada serentak di 101 wilayah tahun 2016, lalu menjadi 171 wilayah di tahun di 2017 serta Pilpres selama 10 bulan. “Polarisasi dan tensi yang panas, alhamdulillah dapat dilalui,” ujar Tito yang berkali-kali berucap alhamdulillah.

Termasuk pelaksanaan Asian Games 2018, Asian Paragames 2018, dan IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Di saat bersamaan juga tetap menghadapi aksi-aksi terorisme.

Tito bahkan mengingatkan kembali kepada aksi terorisme di ruang tahanan yang berada di kawasan Korps Brimob tahun 2018.

Tito yang saat kejadian tengah menjalani tugas di Yordania, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BIN Budi Gunawan yang turun langsung mengendalikan situasi di lapangan.

“Saya sedang tugas di Yordania, beliau turun langsung mengendalikan peristiwa tersebut,” aku Tito.

Juga menjadi catatan Tito banyaknya terjadi bencana alam di tanah air selama kurun 2018. Mulai dari tsunami di Banten serta gempa di Lombok dan Palu. Pun aksi anarkis yang berakibat timbulnya korban jiwa di Papua. “Semua menjadi catatan pribadi saya.”

Karena itu Tito memberikan apresiasi secara khusus kepada Panglima TNI, KSAD, KSAL, dan KSAU yang secara bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif di tanah air.

“Saya anggap kakak kandung saya. Karena hubungan yang sangat baik, penuh kekeluargaan seperti saudara membuat hubungan TNI-Polri menjadi baik,” kata Tito yang bersama Hadi Tjahjanto tiada henti terus membangun soliditas TNI-Polri.

Kepada penerusnya Jenderal Idham Azis, Tito mengakui bahwa banyak tugas yang sudah diselesaikan, namun juga banyak kerjaan yang belum diselesaikan.

“Saya percaya Kapolri yang baru bisa menyelesaikannya.”

“Saya mengucapkan selamat bertugas kepada rekan saya Kapolri Jenderal Idham Azis. Penugasan ini adalah amanah dari Allah SWT yang disampaikan oleh presiden. Tantangan tugas kedepan saya yakin sudah dinilai, akan ada pilkada serentak di 270 wilayah tahun 2020 serta PON 2020 di Papua,” pesan Tito.



Komentar