HANKAM

Terima Kasih Marsekal Yuyu “Lion” Sutisna, Penerbang Tempur yang Fasih Berkomunikasi

Rabu, 20 Mei 2020 15:34
Penulis : Beny Adrian
Terima Kasih Marsekal Yuyu “Lion” Sutisna, Penerbang Tempur yang Fasih Berkomunikasi

Letkol Pnb Yuyu Sutisna, penerbang F-5 Tiger II dengan sikap sempurna melayani pertanyaan KSAU Marsekal Hanafie Asnan. Terlihat Marsma Djoko Suyanto dan Marsda Wartoyo. Sumber: angkasa.news

Angkasa.news – Pagi ini (20/5) telah dilangsungkan pelantikan KSAU baru Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang menggantikan Marsekal TNI Yuyu Sutisna. 


Pelantikan di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo dilanjutkan dengan upacara serah terima jabatan yang diselenggarakan secara terbatas dan disiarkan secara langsung melalui jejaring sosial media TNI AU.

Dengan berakhirnya rangkaian pelantikan dan serah terima jabatan hari ini, maka berakhir pula karier Marsekal Yuyu Sutisna di TNI AU yang akan memasuki usia 58 tahun pada 10 Juni 2020. 

Penerbang tempur pesawat F-5E/F Tiger II ini telah menapaki kariernya dari letnan dua hingga meraih posisi tertinggi di TNI AU sebagai KSAU.

Bersama Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Yuyu Sutisna tercatat sebagai KSAU yang sama-sama dari alumni 1986. Prestasi serupa pernah dibuat alumni AAU 73, yaitu Marsekal Djoko Suyanto dan Marsekal Herman Prayitno.

Sebagai alumni AAU 1986, Yuyu menyelesaikan Sekolah Penerbangnya setahun kemudian. Ia terpilih masuk ke Skadron Udara 14 yang mengawaki pesawat F-5. 

Sebagai penerbang muda yang memilih callsign “Lion”, Yuyu menorehkan prestasi hingga meraih jabatan Komandan Skadron pada 2001- 2003. 

Lamanya penugasan di Skadron 14 membuatnya meraih badge 2.000 jam terbang.

Total jam terbang yang dikumpulkannya mencapai 4.250 jam terbang di pesawat F-5, Hawk Mk-53 serta di pesawat latih AS-202 Bravo dan T-34C Charlie

Beberapa jabatan strategis diraihnya sebelum dinobatkan menjadi KSAU. 

Yaitu Atase Pertahanan RI di Kedubes RI Washington DC, Amerika Serikat, Komandan Lanud Iswahjudi, Pangkoopsau I, Pangkohanudnas, Wakil KSAU dan KSAU. 

Tidak melulu baik membicarakan karier Yuyu sebelumnya di skadron, kepiawaian Yuyu dalam berkomunikasi selama menjadi KSAU pantas diacungi jempol. 

Dalam banyak kesempatan, Yuyu bisa dengan fasih membeberkan rencana pembangunan kekuatan TNI AU secara lengkap dan detail. 

Sebagai jurnalis, rasanya tidak ada lagi yang harus ditanyakan jika sudah mendengar penjelasan Yuyu. 

Seperti ketika Marsekal Yuyu menceritakan upaya TNI AU membantu penanganan gempa bumi dan tsunami di Palu tahun 2018 di ruang VIP Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta (19/3/2019).

Tidak terhitung jumlah sorti yang dijalankan pesawat C-130 Hercules, C295, CN235, B737 serta helikopter NAS-332 Super Puma dan EC725 Caracal.

Ketika evaluasi di akhir bencana, TNI AU menemukan bahwa total jam terbang yang dijalani sangat berlebih. Menurut Yuyu, TNI AU kelebihan 2.100% jam terbang selama 2018 karena permintaan penerbangan begitu tinggi di Palu dan sebelumnya di Lombok.

Ketika itu juga, atas dorongan KSAU, Koharmatau berhasil membuat dan menyalurkan 250 tandu untuk membantu evakuasi udara menggunakan pesawat TNI AU.

Oleh sebab itu pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU 2019 di Mabes TNI AU Cilangkap, Yuyu menekankan kesiapan pesawat untuk antisipasi bencana.

Ketika itu ia perintahkan kesiapan 12 pesawat Hercules setiap saat. Selain tentunya lima pesawat CN295, dua CN235, dan empat Boeing B737.

Soal pembangunan kekuatan, Yuyu dengan gamblang menyebutkan rencana pembangunan Mako Koopsau III di Biak beserta satuan di bawahnya.

Meliputi Skadron Udara 33 Hercules di Makassar, Skadron Udara 27 di Biak, Skadron Udara 9 helikopter di Papua serta pembentukan Lanud TNI AU di Wamena dan Saumlaki.

Penggemar jogging ini juga tidak menepis rencana pemerintah membentuk skadron pesawat tanpa awak (UAV) di Timika dan Natuna. 

Sejumlah pesawat juga akan dibeli TNI AU. Yaitu enam pesawat amfibi Canadair CL-415 dari Kanada. Pesawat ini akan digunakan untuk operasi pemadaman kebakaran, selain tentunya untuk kepentingan operasi militer.

Selain itu tambahan tiga helikopter EC725 Caracal sehingga total 11 pesawat. Lalu sembilan pesawat Cassa NC-212, enam radar, dan C-130J Hercules.

Informasi menarik juga diungkap Marsekal Yuyu Sutisna saat menutup Sekbang Angkatan 93 Terpadu 2018 di Lanud Adisucipto (3/8/2018).

Katanya, TNI AU akan meningkatkan kekuatan dan kemampuannya dengan membeli berbagai alutsista baru seperti pesawat tempur, pesawat angkut, AWACS, tanker, amfibi, heli, dan UAV.

Rencana pembelian pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System) dan pesawat tanker menjadi sesuatu yang menarik.

Namun Yuyu tidak menjelaskan detail soal AWACS dan pesawat tanker yang diincar. Publik tentu berharap akan mendapat penjelasan lanjutan dari Marsekal Fadjar.

Begitu juga dibidang pemeliharaan, berkolaborasi apik dengan Komandan Koharmatau Marsda TNI Dento Priyono yang juga rekannya sesama alumni AAU 86, Marsekal Yuyu mengawal begitu banyak program inovasi dan kreatif di jajaran Koharmatau.

Total ada 48 inovasi dilakukan Koharmatau yang kesemuanya bisa menbghemat ratusan miliar uang negara.

Di antara yang menonjol adalah pemeliharaan D-Check pesawat B737 TNI AU di Koharmatau, yang selama ini dilaksanakan di GMF. 

Begitu juga dengan alat uji ketahanan gravitasi penerbang tempur Human Centrifuge yang berada di Lakespra dr. Saryanto, Jakarta. 

Atas dorongan Yuyu, Koharmatau berhasil menghidupkan kembali mesin buatan Latacore, Perancis ini setelah mati suri sejak sejak 2007. 

Menurut Yuyu, pernah diupayakan perbaikan menggunakan teknisi dari luar negeri dengan biaya Rp 170 miliar.

“Dan sekarang dikerjakan oleh Koharmatau hanya Rp 6 miliar saja,” ujar Yuyu.

Yuyu pun melanjutkan program revitalisasi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) di  Lanud Adisucipto, Yogyakarta. 

Banyak lagi jika ingin menyebut daftar inovasi dan kerja keras yang digawangi Yuyu selama menjadi KSAU. 

Termasuk baru saja terpilihnya Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti, S Tr (Han) menjadi penerbang tempur perempuan pertama TNI AU. Angkasa menyebutnya sebagai kado terindah untuk Marsekal Yuyu.

Terakhir, teramat penting dan berarti, Marsekal Yuyu berhasil menjaga predikat zero accident di lingkungan TNI AU, melanjutkan prestasi yang sudah dibuat rekannya Marsekal Hadi Tjahjanto. 

Tentu ini hanya sedikit catatan keberhasilan Marsekal Yuyu Sutisna selama menjabat KSAU ke-22. 

Dari pernikahannya dengan Ayuning Dewanti atau biasa disapa Ibu Ayu, Yuyu dikaruniai tiga putra-putri yaitu Nadya Afiefa Putri, Ipda Hafiz Prasetia Akbar, dan Annisa Elysia Pramesti. 

Salah satu putrinya menikah dengan Kapten Pnb Windi Darmawan yang merupakan penerbang F-16 Fighting Falcon.

Sedianya jika tidak ada pandemik Covid-19, mungkin saja HUT TNI AU ke-74 pada 9 April lalu akan menjadi perpisahan terakhir buat Yuyu. 

Kedekatan dan keramahannya kepada rekan-rekan wartawan, akan menjadi kenangan abadi di setiap relung batin awak media sepanjang masa.

Terima kasih Pak Yuyu.



Komentar