HANKAM

Rasa Sedih Letjen (Pur) Soegito Setiap Kali Silaturahim Nanggala V Kopassandha

Jumat, 16 Agustus 2019 18:12
Penulis : Beny Adrian
Rasa Sedih Letjen (Pur) Soegito Setiap Kali Silaturahim Nanggala V Kopassandha

Letjen (Pur) Soegito duduk di sebelah kiri Luhut Pandjaitan. Sumber: dok. Soegito

Angkasa.news - “Saya selalu sedih setiap kali ada kumpul-kumpul seperti ini, karena anggota saya terus berkurang,” ujar Letjen (Pur) Soegito melalui sambungan telepon, Kamis (15/8) siang.

Siang itu Soegito mengabarkan kepada angkasa.news bahwa pada Senin (12/8), telah dilangsungkan silaturahim di antara sesama anggota Satgas Nanggala V Kopassandha yang diterjunkan di Dili pada 7 Desember 1975 sebagai pembuka Operasi Seroja. Pertemuan berlangsung di gedung pertemuan Kopassus, Cijantung. 

Tidak hanya prajurit yang pernah diterjunkan di Dili ketika itu, tapi juga diundang warakawuri (janda).

“Acara ini murni atas inisiatif Luhut,” ungkap Soegito menyebut nama bekas anak buahnya itu, Jenderal (Pur) Luhut Binsar Pandjaitan yang tak lain dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

“Dari 18 perwira yang diterjunkan di Dili, hanya tersisa enam dan yang hadir empat. Yaitu saya, Kuntara, Luhut, dan Ilyas Yusuf,” urai Soegito yang pernah menjadi Panglima Kostrad itu.

Pada saat berlangsungnya acara, Soegito mengaku tidak mau mengenakan topi Veteran. Ketika Luhut memintanya memakai topi Veteran, Soegito menolaknya.

“Saya bilang, saya tidak mau pakai topi Veteran karena kebanggaan saya baret merah. Atang dan yang lain gugur dengan baret merah,” kata Soegito.

Soegito menerima perintah operasi ke Dili berdasarkan surat Keputusan Danjen Kopassandha No. Skep/23/X/1975-3 tanggal 25 Oktober 1975 tentang pembentukan Grup Parako untuk penugasan ke Timor. Grup Parako bentukan baru ini diberi nama Satgas Nanggala V.

Seiring jabatan barunya sebagai Komandan Grup 1 Kopassandha disusul persiapan operasi, Letkol Inf Soegito menerima pasukan berjumlah 500 orang yang merupakan gabungan dari Detasemen Tempur (Denpur) 1 Grup 1 sebanyak 265 orang dan Denpur 2 Grup 2 yang berada di Magelang dengan komandan Kapten Inf Muhidin sebanyak 235 personel.

Perintah yang diterima Soegito untuk pasukan ini adalah, tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurang.

Menjelang pemberangkatan ke medan tugas pada Desember 1975, mandat ini diperkuat pada 4 Desember dengan turunnya perintah lisan Menhankam/Pangab di Kupang tentang penyerbuan Kota Dili oleh Grup Parako dan Yonif 501.

Komposisi Satgas Nanggala V terdiri dari Markas Grup 30 personel (semua dari Grup 1), Denpur 1 sebanyak 265 orang yang terdiri dari Komando Detasemen 10 orang, Kompi A 100 orang, Kompi B 100 orang, Peleton Hubungan Lapangan 13 orang, dan Kesehatan Detasemen 12 orang.

Sedangkan Denpur 2 berkekuatan 235 orang terdiri dari Komando Detasemene 10 orang, Kompi A 100 orang, dan Kompi B 100 orang, Peleton Hubungan Lapangan 13 orang, dan Kesehatan Detasemen 12 orang.

Sesuai perkembangan situasi di Dili kala itu, Denpur 2 akhirnya diberangkatkan terlebih dahulu untuk bergabung dengan Satgas Flamboyan. 

"Saya senang karena Luhut betul-betul mengayomi seluruh anggota Nanggala V sampai sekarang," jelas Soegito lagi. 



Komentar