HANKAM

Puspenerbal Rayakan Hari Jadi ke-63

Selasa, 18 Juni 2019 08:00
Penulis : Remi
Puspenerbal Rayakan Hari Jadi ke-63

Helikopter Bell 412 saat melakukan terbang lintas di upacara peringatan hari jadi Puspenerbal ke-63 di Surabaya, Jawa Timur. Sumber: Fida Perkasa

Selamat hari jadi, Puspenerbal TNI AL. Dharma Jalakaca Putra!

 

Angkasa.news - Hari Senin (17/6/2019) merupakan hari spesial untuk Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal). Pasalnya, tepat 63 tahun lalu TNI AL resmi membentuk Puspenerbal.

Di ulang tahunnya yang ke-63 ini, Puspenerbal unjuk kebolehan dengan menampilkan pesawat-pesawat andalan mereka. Pertunjukkan ini menggambarkan bagaimana Puspenerbal melaksanakan operasi dukungan udara untuk menghadapi ancaman musuh.

Helikopter Bell 412 menurunkan pasukan khusus TNI AL. Sumber: Fida Perkasa

Helikopter Bell 412 menurunkan pasukan khusus TNI AL. Sumber: Fida Perkasa

 

Pesawat NC-212 tampil dengan aksi penerjunan logistik untuk pasukan di darat, kemudian pesawat CN235 MPA melakukan low-pass mensimulasikan cara patroli perairan. Bersama dengan pasukan Korps Marinir, helikopter Bell-412 dan BO-105 Bolkow menerjunkan pasukan Intai Amfibi (Taifib).

Puspenerbal juga mendemokan skenario SAR tempur. Sumber: Fida Perkasa

 

Selain itu pasukan TNI AL juga unjuk kebolehan dalam terjun free-fall dari pesawat NC-212-200 Aviocar.

Ditelisik dari sejarahnya, kehadiran Puspenerbal dipicu lantaran TNI AL terinspirasi oleh angkatan laut di dunia yang sudah lebih dulu memiliki korps penerbang. Selain itu, ada kepentingan strategis yang sejalan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Pada awal kelahirannya, Puspenerbal merupakan sebuah biro yang berkantor di Jalan Gunung Sahari, Jakarta, yang masih menjadi satu dengan Markas Besar Angkatan Laut pada saat itu. Kapten Moedjono Poerbonegoro mendapatkan kehormatan untuk memimpin Biro Penerbangan Angkatan Laut ini karena ia adalah penerbang yang paling senior.

Pesawat CN-235MPA milik Puspenerbal yang sedang melakukan terbang lintas. Sumber:: Fida Perkasa.

 

Di tempat tersebut, para perintis penerbangan TNI AL ditampung. Mereka merencanakan masa depan Puspenerbal. Di kemudian hari, TNI AL membangun Pangkalan Udara Morokrembangan di Surabaya, Jawa Timur sebagai pangkalan udara pertama Puspenerbal.

Pangkalan yang awalnya bernama Marine Vlieg Kamp Morokrembangan ini merupakan bekas Pangkalan Udara Angkatan Laut Belanda. Di kemudian hari, pangkalan ini sempat digunakan oleh TNI AU dan penerbangan sipil. Ia dikenal dikenal sebagai Lapangan Terbang Tanjung Perak.

Untuk mendukung operasi pembebasan Irian Barat saat itu, dibutuhkan pangkalan udara yang lebih besar untuk menampung pesawat militer yang berukuran besar. Dengan bantuan kontraktor dari Perancis, dibangunlah Pangkalan Udara baru yang bernama “Proyek Waru”. Pangkalan itu saat ini dikenal dengan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda.

Hingga kini Lanudal Juanda merupakan salah satu pangkalan udara besar yang dimiliki Puspenerbal yang berada di bawah Wing Udara 1. Lanud ini adalah rumah bagi Skadron Udara 200 dengan pesawat Tobago TB-9/TB-10, Beechcraft G36 Bonanza, Beechcraft BE-58 Baron, dan EC-120 Colibri.

Kemudian ada juga Skadron Udara 400 yang diperkuat oleh Nbell-412, BO-105 Bolkow, dan AS565 Panther; Skadron Udara 600 yang diperkuat oleh NC-212-200 Aviocar; serta Skadron Udara 800 yang diperkuat oleh CN235 MPA.

 



Komentar