HANKAM

Melintas Wilayah Udara Indonesia Tanpa Izin, Kosekhanudnas III Paksa Turun Pesawat Asing di Lanud SIM

Senin, 24 Februari 2020 16:12
Penulis : Beny Adrian
Melintas Wilayah Udara Indonesia Tanpa Izin, Kosekhanudnas III Paksa Turun Pesawat Asing di Lanud SIM

Latihan Pertahanan Udara Kilat 20 dan Cakra 20 Tahun 2020. Sumber: Pen Lanud Sultan Iskandar Muda

Angkasa.news - Pesawat tempur Hawk Mk-109/209 dari Skadron Udara 12 dipimpin Mayor Pnb Arie Prasetyo “Ninja”, akhirnya memaksa mendarat pesawat asing yang melintasi wilayah udara Indonesia setelah mendapat laporan satuan radar di jajaran Kosekhanudnas III.

Penurunan secara paksa dilakukan setelah proses identifikasi dan imbauan untuk keluar dari wilayah udara Indonesia, namun tidak ditanggapi. Sampai akhirnya Hawk 109/209 Skadron 12 melakukan force down (penurunan paksa) di pangkalan terdekat yaitu Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.

Tindakan pemaksaan ini menjadi bagian dari latihan Pertahanan Udara Kilat 20 dan Cakra 20 Tahun 2020 di wilayah Kosekhanudnas III Medan yang berlangsung beberapa hari lalu (19/2).

Setelah pesawat mendarat, pesonel Lanud Sultan Iskandar Muda dan Kompi Senapan C Yonko 469 dengan bersenjata lengkap melakukan pertahanan pangkalan di kedudukan masing-masing menunggu perintah pimpinan.

Kemudian satuan polisi militer bersama intelijen mengamankan pilot dan menginterogasi untuk mendapatkan semua data-data informasi yang dibutuhkan karena telah memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin dan tanpa kelengkapan dokumen yang jelas.

“Ini adalah simulasi penanganan pesawat asing yang masuk wilayah Indonesia yang kemudian diturunkan secara paksa atau force down yang melibatkan dua pesawat Hawk 109 dan 209," kata Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief.

Menurutnya, kegiatan ini memerlukan koordinasi yang intensif, kerja sama dan sinergitas setiap lini dalam rangkaian penindakan mengingat wilayah udara Indonesia bagian barat berbatasan dengan negara tetangga dan zona strategis yang memerlukan pengamanan lebih ketat.

Untuk itu, lanjutnya, seluruh personel yang terlibat agar melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab dan mengerti siapa dan berbuat apa, sehingga latihan force down dapat menambah wawasan dan pengetahuan personel seandainya terjadi hal-hal seperti yang disimulasikan.

“Kita melihat bahwa kesiapsiagaan personel cukup baik, setiap tahapan berjalan dengan lancar. Hal ini harus tetap dipertahankan, dibina dan dikembangkan kedepannya,” ujarnya.



Komentar



Sign Up for Our Newsletters
Get awesome content in your inbox every week.